Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Jadi Kendaraan Wisata, Naik Andong di Jogja Bayar dengan QRIS

Fahmi Fahriza • Minggu, 31 Desember 2023 | 13:30 WIB
Berbanjar alat transportasi Delma atau Andong di Malioboro. (Google/Rianty Batik)
Berbanjar alat transportasi Delma atau Andong di Malioboro. (Google/Rianty Batik)

 

RADAR MALIOBORO – Sebagai kendaraan wisata, andong terus berbenah. Di antaranya kini juga melayani pembayaran secara digital. Melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Itu dimulai sejak pandemic Covid-19 lalu. Saat adaptasi kebiasaan baru dan masih jaga jarak. Itu juga  dilakukan sebagai salah satu langkah adaptif. Sekaligus memudahkan opsi pembayaran bagi para pengguna. "Yang melayani dengan QRIS kebanyakan kusir muda, sudah diterapkan sejak pandemi, saat ini yang pakai QRIS kurang lebih ada 290-an kusir," sebut ketua Paguyuban Kusir Andong DIJ Purwanto, Sabtu (30/12).

Awal dibentuknya paguyuban kusir andong di 2016, ada 536 unit andong yang tercatat di Dinas Perhubungan Kota Jogja. Namun, kini menurun drastic. Salah satunya adalah dampak pandemi yang membuat kusir andong harus menjual andong mereka dan beralih ke pekerjaan lain. "Saat pandemi menurun cukup banyak dan data terakhir itu ada 421 unit andong sekarang," katanya.

Dari 421 unit yang tersisa, terbagi menjadi 15 kelompok meliputi kelompok Gamping, Amor, Bantul, Alun-alun A, Alun-alun B, Jejeran, Pleret, Banyakan, Nganyang, Gembiraloka, Kotagede 1, Kotagede 2, Mandiri, Guyub rukun dan Satria Jaya. Sembilan puluh Sembilan persen andong tersebut beroperasi di kawasan Malioboro, dan sisanya berada di kawasan Alun-alun Utara Jogja.

Secara konsep, andong yang berada di Malioboro tersebut memang menjadi angkutan wisata. Sudah tidak beroperasi atau memiliki trayek jarak jauh. "Kami kehabisan penumpang, dulu banyak di stasiun, terminal sampai pasar, sekarang hanya berpusat di kawasan Malioboro saja sebagai angkutan wisata," terang Purwanto.

Dipilihnya Malioboro sebagai kawasan operasional andong juga jadi salah satu cara untuk menaikkan branding Malioboro sebagai kawasan wisata tanpa polusi. Para kusir pun sepakat untuk menggunakan blangkon dan surjan."Itu ciri khas serta kesepakatan paguyuban dan dipakai setiap hari," paparnya.

Mendukung ekstitensi andong, saat ini setidaknya ada 13 cekungan yang bisa mengakomodasi hingga 78 unit andong untuk mangkal di kawasan Malioboro. "Setiap hari itu biasanya ada empat jam operasional semacam sif, dari pagi sampai malam," tandasnya.

Ke depannya, Purwanto berharap andong di Malioboro bisa diberikan tempat yang lebih luas untuk mangkal. Penambahan atau perluasan tempat tersebut dirasa penting karena secara umum kusir andong juga sudah bertanggungjawab untuk turut menjaga kebersihan kawasan Malioboro dan juga kenyamanan wisatawan.

 

"Kusir tanggungjawab misalnya kotoran dari kuda, kami di paguyuban minta kusir bawa minyak pewangi dan air untuk membersihkan kotoran dan bersihkan kudanya juga," tuturnya. (iza)

Editor : Heru Pratomo
#jogjakarta #Andong #kusir #Quick Respon Code Indonesian Standard #qris