RADAR MALIOBORO - Selagi menikmati waktu dengan menelusuri keindahan Yogyakarta memang tak akan ada habisnya.
Tidak hanya banyak tempat wisata yang indah dan menakjubkan, Yogyakarta ternyata punya banyak ragam sajian kuliner yang menggoyang lidah lho.
Ada beragam kuliner legendaris khas Jogja dengan cita rasa manis, gurih, dan pedas.
Nah, jika kalian punya rencana liburan ke Jogja, sempatkan mencoba 5 kuliner legendaris supaya liburan kalian tidaklah sia-sia. Nikmati wisata kulinernya, sebagai berikut !
Gudeg Jogja
Gudeg Jogja merupakan makanan khas dari jogja yang berbahan baku nangka muda atau gori.
Dalam proses pembuatannya , potongan daging nangka untuk gudeg ini direbus dengan gula merah dan santan dengan api kecil selama beberapa jam.
Gudeg akan lebih nikmat rasanya dimasak masih dengan menggunakan periuk tanah liat di atas tungku kayu bakar.
Mangut Lele Mbah Marto
Mangut Lele Mbah Marto, yaitu olahan masakan mangut lele diasap bukan digoreng.
Tujuan dari lele diasap adalah agar lele lebih tahan lama dan tidak cepat basi.
Sementara itu, bumbu masaknya yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, dan jahe diulek.
Sate Klathak
Merupakan sate kambing muda yang ditusuk menggunakan tusukan besi, bukan menggunakan tusuk bamboo.
Mengapa dinamakan sate klathak? sebab pada saat sate ini dibakar dan ditaburi bumbu garam sate ini akan berbunyi ”klathak – klathak”.
Oseng – Oseng Mercon Bu Narti
Makanan oseng daging semur dan kikil yang berbumbu pedas ini banyak diminati oleh wisatawan yang datang di Jogja.
Cita rasanya yang khas, membuat orang ketagihan untuk selalu makan.
Oseng – oseng Mercon Bu Narti ini juga tidak mahal. Harganya dibanderol sesuai dengan kantong pelajar dan mahasiswa.
Kopi Klotok
Kopi klotok adalah minuman kopi yang memiliki keunikan tersendiri, Sebenarnya Kopi Klotok adalah salah satu sajian kopi tradisional dengan penyajian yang mirip seperti kopi Turki.
Kopi Klotok ini dibuat dengan cara merebus air bersama dengan bubuk kopi dan dimasak di atas panci dengan tungku arang.
Mengapa disebut kopi klotok karena memasaknya bubuk kopi dalam panci panas kemudian baru disiram air dan direbus tunggu sampai mendidih sehingga menghasilkan bunyi "klotok-klotok".
Dari sinilah disebut nama kopi klotok. (Rattiantic/Radar Jogja)
Baca Juga: Dua Warga Bantul di Kretek dan Dlingo Ditemukan Tewas Gantung Diri
Editor : Meitika Candra Lantiva