RADAR MALIOBORO - Kadipaten Pakualaman bakal memiki gawe yaitu menggelar pesta pernikahan atau Dhaup Ageng antara Bendara Pangeran Hario (BPH) Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti. Rangkaian peristiwa tersebut telah berlangsung dan masih berlangsing saat ini.
BPH Kusumo Kuntonugroho adalah putra bungsu Adipati Pura Pakualaman yang juga Wakil Gubernur DIJ Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Paku Alam (PA) X. Proses pernikahan akan dilaksanakan dengan nuansa tradisi Jawa. Prosesinya sudah dimulai sejak Oktober 2023 lalu. Sementara, ijab kabul dan resepsinya tahap pertama akan dilaksanakan 10 Januari 2024.
"Memang acaranya sudah berlangsung dan masih berlangsung karena tadi sudah didakan namanya bucalan. Dimulai Wilujengan," kata Permaisuri Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) PA X saat jumpa pers di Kagungan Dalem Kepatihan, Kadipaten Pakualaman Rabu (3/1).
Baca Juga: ini Dia Daftar SMP Terbaik di Kabupaten Sleman Versi Kemendikbudristek
GKBRAA Paku Alam yang akrab dipanggil Gusti Ratu itu menjelaskan awal prosesi yang telah dilakukan tersebut sebagai makna akan dimulainya acara Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman yang kedua. Yaitu pernikahan anak kedua dari PA X.
Berbeda dari pernikahan putra sulung, Dhaup Ageng Kusumo pasangan Laily bertema Manifesti Kecerdasan Bathara Indra. Karakter utama Bathara Indra adalah sifat kecendekiawanannya, yaitu gemar belajar dan selalu termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri.
Perwujudan kecerdasan Bathara Indra direpresentasikan dalam sebuah wastra batik dengan motif Indra Widagda ‘Indra yang pandai’, yang bersumber dari teks Asthabrata dalam naskah kuno Sestradisuhul (1847).
Baca Juga: 5 Kuliner Khas Jogja Ini Wajib Dicoba Kalau Kamu Lagi Berwisata di Kota Pelajar
Pesan moral pada teks dan motif batik ini diharapkan dapat menjadi penuntun kecerdasan pikir dan hati BPH Kusumo Kuntonugroho beserta istri dalam kehidupan sehari-hari.
Pun kain-kain batik yang dikenakan mempelai nanti ciptaan Permaisuri PA X. Bahkan ada satu ageman atau pakaian baru yang akan dikenakan secara khusus pada Dhaup Ageng kali ini.
Dia sudah menciptakan batik Indra Widagdo, batik-batik yang akan dipakai oleh pengantin, oleh orang tua, oleh sentono, oleh kerabat, oleh pantia oleh abdi dalem. “Itu semua baru dengan tema adalah batik Indra Widagdo yang mengacu pada Bathara Indra," ujarnya.
Menurut Gusti Putri, Bathara Indra adalah salah satu dari Bathara Netapala yang menjadi salah satu Bathara dari Asthabrata adalah ajaran kepemimpinan. "Bathara Indra adalah yang suka ilmu pengetahuan, suka belajar dan Bathara yang pintar," jelasnya.
Baca Juga: Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun, Dikpora Bantul Wacanakan Satu TK Negeri di Tiap Kapanewon
Menurut Gusti Putri, prosesi pernikahan digelar selama sembilan hari hingga prosesi Kondur Besan pada 12 Januari 2024. Kadipaten sengaja memilih tema Manifestasi Kecerdasan Bathara Indra karena terinspirasi oleh Bathara Indra.
Sementara Penghageng Kadipaten Pakualaman Kanjeng Raden Tumenggung Radyawisroyo menambahkan, disebut Dhaup Ageng karena mengikuti tradisi kerajaan yang tidak dapat disaksikan setiap saat oleh masyarakat.
Karakteristiknya memancarkan aura kebesaran dan keagungan. Pada peristiwa ini prosesi perkawinan BPH Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti diselenggarakan di Kagungan Dalem (KD) Bangsal Sewatama dengan mengikuti tata cara yang berlaku di istana Pakualaman.
Baca Juga: Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun, Dikpora Bantul Wacanakan Satu TK Negeri di Tiap Kapanewon
Khusus untuk proses akad nikah dan resepsi pada 10-11 Januari 2024, ada perubahan arus lalu lintas di sekitar kawasan Puro Pakualaman. Ada beberapa ruas jalan yang nantinya ditutup sementara waktu. "Kami memohon maaf bagi masyarakat yang nantinya terganggu jalannya karena ada beberapa ruas jalan yang ditutup selama proses akad dan resepsi," jelasnya.
Hal tersebut karena resepsi pernikahan agung ini rencananya akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'rif Amin serta Gubernur DIJ Hamengku Buwono X yang juga Raja Keraton Jogjakarta.
Juga akan dihadiri 58 para pemegang adat budaya kerajaan nusantara. Selain itu pejabat pemerintahan di lingkungan pusat para menteri dan 11 duta besar perwakilan negara baik dari Uni Emirat Arab, Rusia, Australia, Jepang dan lain-lain. Selain itu enam calon presiden dan wakil presiden juga diundang. (pra)
Editor : Heru Pratomo