Gugatan ini diberikan karena The New York Times menilai kedua perusahaaan tersebut melanggar hak cipta demi melatih sisitem AI.
Sebagaimana di lansir BBC World News, gugatan The New York Times mengklaim “jutaan” artikel yang mereka publikasikan digunakan tanpa izin untuk membuat ChatGPT jadi lebih pintar.
The New York Times juga mengkalim sistem tersebut kini berkompetensi dengan media itu sebagaisumber informasi terpercaya.
“Lewat bing chat milik Microsoft (yang kini dikenal sebagai “copilot”) dan ChatGPT milik open AI, para terdakwa berupaya memanfaatkan investasi besar-bsaraan the New York Times dalam jurnalisme dengan menggunakannya (konten media itu) untuk membangun produk pengganti tanpa izin ataupun pembayaran,” Demikian isi gugatan yang di kutip dari The New York Times.
Di kutip dari BBC World News, kala di tanya soal isu terkini ChatGPT kadang memunculkan “kutipan kata demi kata “ dari artikel The New York Times, yang seharusnya nggak bisa di akses tanpa berlangganan, ini membuat pembaca bisa membaca konten The New York Times tanpa harus membayar , al hasil The New York Times bisa saja mengalami pengurangan keuntungan dari segi subscription dan klik iklan orang-orang yang berkunjung ke website The New York Times.
Mengutip The Guardian, gugatan The New York Times tidak berisi klaim moneter.
Meski begitu The new York Times mengatakan bahwa Open Ai dan Microsoft harus bertanggung jawab atas “Miliaran dollar berdasarkan undang-undang dan kerugian actual.”
Selain itu The New York Times mendesak kedua perusahaaan itu untuk menghancurkan model chatbot apapun dan data pelatihan yang menggunakan material dengan hak cipta The New York Times.
“Kami menganggap gugatan The New York Times kurang valid, meski begitu kami berharap bisa bekerja sama secara konstruktif dengan The New York Times dan menghargai sejarah panjangnya,” Kata Open AI soal Gugatan The New York Times.
Sebagaimana dilansir Associated Press, Microsoft bekerja sama dengan Open AI dan mebuat raksasa tkenologi tersebut bisa memanfaatkan teknologi AI milik Open AI.
Sebagian dari kesepakatan, supercomputer milik Microsoft dapat digunakan untuk mendukung penelitian AI oleh Open AI, pun mengintegrasikan teknologi Open AI ke produk Microsoft. (Renal Fabriansyah/Radar Jogja)
Editor : Bahana.