RADAR MALIOBORO - Kata berbohong berbuah kebaikan, mungkin tepat bagi sosok Suwardi. Pria yang berdomisili di Padukuhan Sabrang Wetan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, ini sukses membudidayakan belut. Usut punya usut, ternyata awal usahanya dimulai dari berbohong kepada istrinya.
IWAN NURWANTO, Sleman
Omah Belut dan Pemancingan Kang Wardi, begitu nama usaha milik Suwardi. Pria 46 tahun ini sudah menjalani usaha budi daya di lereng Merapi itu sejak tiga tahun terakhir. Bermula dari keinginannya untuk memiliki usaha sampingan.
Suwardi pada awalnya memulai usaha dari halaman rumahnya dengan modal tong plastik. Bukan tanpa kendala, saat mengawali usaha itu dia pernah gagal. Kegagalannya pun bisa dikatakan sering, bahkan berkali-kali.
Karena kondisi itu, Suwardi juga sempat bersitegang dengan istrinya. Lantaran usaha budi daya belut yang dilakukan disebutnya tidak akan berhasil. Serta hanya akan menghabis-habiskan uang saja.
Sampai akhirnya, ia berbohong kepada istrinya. Ia bilang bahwa belut yang saat itu dibudidayakan itu tidak menggunakan modal. Lantaran merupakan belut milik temannya.
Dengan berbagai pengalaman yang sudah dilalui, pada titik itu ia berhasil membudidayakan belut miliknya. Di satu sisi, istrinya juga heran karena belut yang diakui milik temannya itu tidak kunjung dikembalikan.
"Akhirnya saya terus terang kepada istri kalau belut itu milik saya sendiri, bukan milik teman," ujar Suwardi sambil tertawa, saat dihubungi Radar Jogja kemarin (30/1).
Setelah sukses panen, ia mengaku sempat kebingungan untuk menjual belut yang telah dibudidayakan. Sehingga dia mulai mencoba untuk memasarkan belut-belutnya melalui media sosial.
Bak gayung bersambut, ternyata di media sosial banyak orang yang menyukai belut. Khususnya untuk dibuat kuliner seperti keripik belut, sambal belut, hingga olahan lainnya.
Setelah cukup berkembang, ia lalu fokus untuk terus membudidayakan belut. Bermula dari enam kolam, kemudian berlanjut ke puluhan kolam. Sampai akhirnya kini dia memiliki setidaknya 200 kolam budi daya belut.
Dalam kolam-kolamn yang dia budidayakan juga diberi berbagai tanaman air seperti kangkung dan enceng gondok. Selain memiliki fungsi melindungi belut dari paparan langsung sinar matahari, tanaman juga berperan memperindah dan suplai oksigen.
Menurut Suwardi, agar dapat berhasil memulai sebuah usaha pondasi utamanya adalah dengan niat. Kemudian dibarengi dengan kerja keras dan semangat. Agar apa yang sudah dimulai bisa mendulang kesuksesan.
"Saya memulai usaha ini hanya dengan modal Rp 200-Rp 300 ribu. Saya gunakan gentong nganggur di rumah. Saya hanya beli bibit dan lumpur cari sendiri," ungkapnya. (laz)