Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Studi Sebut Anak Perempuan Lebih Rentan Mengalami Gangguan Dismorfik Tubuh

Marsa Andiny Putri • Rabu, 3 April 2024 | 21:43 WIB
Ilustrasi seorang perempuan tengah bercermin.
Ilustrasi seorang perempuan tengah bercermin.

RADAR MALIOBORO - Sebuah penelitian menyebutkan bahwa anak perempuan, terutama remaja, enam kali lebih mungkin mengalami gangguan dismorfik tubuh atau yang lebih dikenal dengan body dysmorphic disorder (BDD), yang dapat berdampak buruk pada kualitas hidup anak.

Gangguan dismordik tubuh merupakan suatu kondisi kesehatan mental di mana penderitanya merasa terdapat kekurangan pada fisiknya dan dipikirkan secara berlebihan.

Baca Juga: Mengandung Asam Folat, Berikut Manfaat Buah Alpukat untuk Ibu Hamil

Dalam penelitian ini, penyakit mental dapat menimbulkan emosi negatif pada penderitanya yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Penyakit ini seringkali kurang terdiagnosis dan pasien seringkali sulit mendapatkan pengobatan di usia muda.Psikolog Profesor Georgina Krebs dari University College London mengatakan, penderita biasanya memiliki gejala seperti terlalu memikirkan kesalahan tubuhnya atau kekurangan yang dimiliki orang lain. 

Baca Juga: Bau Badan Bisa Menyebabkan Masalah dalam Hubungan hingga Berujung Putus

Gejala lainnya, yaitu penderita berulangkali memeriksa penampilannya di depan cermin atau mengambil foto dirinya (selfie) sambil mengalami serangan panik saat melihat kekurangan pada dirinya, merasa malu atau jijik pada tubuhnya, merasa takut karena berpikir orang lain akan menatap, menghakimi atau mengolok tubuhnya.

Krebs yang juga menjabat sebagai pemimpin Peneliti Georgina Krebs itu mengatakan gejala selanjutnya adalah timbul rasa memerlukan prosedur medis berulang, seperti bedah kosmetik, untuk memperbaiki kekurangannya hingga pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

Baca Juga: Trailer Film Furiosa: A Mad Max Saga, Aksi Memukau Furiosa!

Penyebabnya sendiri belum diketahui secara pasti. Tapi para ahli percaya bahwa faktor-faktor seperti genetika, struktur otak, pengaruh budaya, dan riwayat pengalaman masa kecil yang buruk termasuk pelecehan, penelantaran, atau intimidasi dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut.

“Karena orang-orang muda dengan BDD cenderung tidak secara spontan mengungkapkan gejala-gejala mereka kecuali jika ditanya secara langsung, maka sangat penting bagi dokter untuk menggunakan alat skrining BDD dan bertanya langsung kepada orang-orang muda tentang masalah penampilan mereka,” kata Krebs.

Baca Juga: Kamu Sering Cemas Berlebihan? Berikut 5 Tips Mengurangi Rasa Cemas

Lebih lanjut melalui studi terbarunya, ia menganalisis data lebih dari 7.600 anak-anak dan remaja yang menjadi bagian dari survei kesehatan di Inggris.

Survei tersebut mencakup pertanyaan mengenai apakah anak tersebut pernah mengalami kekhawatiran tentang penampilannya. Responden yang menjawab sedikit atau banyak menjalani pemeriksaan tambahan untuk gangguan dismorfik tubuh.

Baca Juga: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Ungkapkan Penurunan Harga Pangan Terjadi di Pulau Jawa dan Sumatera Jelang Lebaran. Seperti Apa?

Hasil yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Child and Adolescent Psychiatry menunjukkan bahwa gangguan dismorfik tubuh mempengaruhi 1,8 persen anak perempuan dibandingkan 0,3 persen anak laki-laki.

Para peneliti mencatat bahwa sekitar 70 persen anak-anak yang didiagnosis dengan BDD juga mengalami setidaknya satu gangguan psikologis lain seperti kecemasan dan depresi. Sehingga pasien muda dinilai memerlukan skrining gangguan kecemasan dan depresi hingga penyakit penyerta.

Baca Juga: BABYMONSTER Rilis Mini Album ‘BABYMONS7ER’, Jadi Langkah Baru dengan Kembalinya Ahyeon

Kemudian sekitar setengah atau 42 persen orang-orang dengan BDD melaporkan tindakan menyakiti diri sendiri atau upaya bunuh diri, dibandingkan dengan hanya persen persen di antara mereka yang tidak mengalami gangguan tersebut.

Baca Juga: Pecinta Film Action Mari Merapat! Film Termahal dari A24, 'Civil War' Segera Tayang di Bioskop Loh, Simak Keseruannya!

“Keasyikan penampilan merupakan fenomena klinis yang signifikan, terkait dengan morbiditas substansial. Diperlukan untuk meningkatkan kesadaran akan BDD, meningkatkan praktik skrining, dan mengurangi hambatan terhadap pengobatan berbasis bukti" tulis para peneliti. ***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#rentan #dismorfik tubuh #anak