RADAR MALIOBORO - Menjelang mudik Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah, beberapa hari lalu terjadi kecelakaan besar di Tol Trans-Jawa yang mengakibatkan sebuah bus dan dua mobil menewaskan puluhan nyawa. Pasalnya, pengemudi mobil Daihatsu Gran Max yang melaju di jalur berlawanan tiba-tiba masuk ke jalur berlawanan. Diduga pengemudi kelelahan dan tertidur microsleep.
Microsleep adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa jangka pendek di mana seseorang tiba-tiba tertidur selama beberapa detik hingga beberapa menit tanpa menyadarinya.
Baca Juga: Cerita Baru Terungkap, Begini Detail Plot Film Smile 2 di Cinemacon !
Microsleep sering kali terjadi pada orang yang mengalami kelelahan ekstrem atau kurang tidur. Ini dapat menjadi masalah serius terutama bagi pengemudi, operator mesin, atau individu yang melakukan tugas-tugas berbahaya atau membutuhkan kewaspadaan yang tinggi, terlebih saat ini juga sedang musim mudik Lebaran.
Merangkum dari berbagai sumber, dapat dikatakan bahwa pada masa microsleep, otak manusia beristirahat sementara tanpa harapan, yang menyebabkan hilangnya kesadaran dan reaksi yang sesuai terhadap lingkungan sekitar. Bahaya terbesar dari microsleep adalah meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengemudi.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Film Horor Indonesia di Netflix yang Pas Ditonton saat Libur Lebaran di Rumah
Jika seseorang mengalami microsleep saat mengemudi, mereka kehilangan kewaspadaan dan kendali kendaraan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan fatal. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah microsleep.
Pertama, pastikan Anda cukup tidur sebelum memutuskan untuk berkendara jarak jauh. Apalagi saat Anda sendirian. Jika seseorang kurang tidur atau sering tidur nyenyak, tubuhnya akan terasa lelah dan cenderung mengalami microsleep.
Baca Juga: Ini Dia Semangkuk Salad Buah yang Mempunyai Segudang Nutrisi dan Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh
Selain itu, beberapa gangguan tidur seperti sleep apnea, insomnia, dan restless leg syndrome dapat mengganggu pola tidur dan menyebabkan kelelahan yang berkontribusi pada microsleep.
Kedua, pastikan Anda tidak mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu sebelum mengemudi. Mengonsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kelelahan dan mengganggu pola tidur normal, yang pada gilirannya dapat menyebabkan microsleep, apalagi kalau obat tersebut mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan kantuk.
Terakhir, pastikan lingkungan dimana Anda mengemudi, misalnya dengan menggunakan mobil pribadi, dalam kondisi yang nyaman dan tidak membosankan. Sebab, lingkungan yang monoton, seperti saat mengemudi dalam jarak yang panjang dengan jalanan yang datar dan tidak menarik, dapat menyebabkan kelelahan dan microsleep.
Caranya bisa sembari mendengarkan musik atau meminta anggota keluarga lainnya untuk ikutan melek untuk mendampingi Anda selama mengemudi. Jika lelah, menepilah, jangan memaksakan. Mudik selamat, balik juga harus selamat.
Microsleep dapat menjadi sangat berbahaya, terutama dalam situasi di mana kewaspadaan dan perhatian tinggi diperlukan, seperti mengemudi atau bekerja dengan mesin. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola tidur yang sehat, menghindari kelelahan berlebihan, dan memperhatikan tanda-tanda kelelahan agar dapat mencegah terjadinya microsleep. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin