RADAR MALIOBORO - Kisah salah satu pengunjung Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung, menjadi viral di media sosial.
Dalam media sosial X dengan akun @petanirumah, diceritakan pengunjung Masjid Raya Al-Jabbar yang mengalami pungutan liar (pungli) hingga berkali-kali dengan modus parkir di lahan parkir di area tersebut.
Baca Juga: Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Ikut Campur dalam Pertikaian dengan Israel
Lewat postingan tersebut, netizen dengan akun tersebut bercerita, bahwa saat itu dirinya bersama keluarga berangkat dari Jatinangor hendak ke Ciparay dengan dua mobil. Lalu, mereka memutuskan untuk singgah sholat Isya di Masjid Raya Al-Jabbar.
Saat di pintu masuk, ia kemudian diberikan karcis parkir. Namun, sudah ada banyak kendaraan lain yang terparkir di dalamnya.
Baca Juga: Petugas Tambah Kapasitas Lajur Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
"Setelah keliling akhirnya nemu tempat parkir dan ada petugas parkir pakai rompi di dalam. Keluar mobil langsung diminta uang 'seikhlasnya' karna udah bantu kasih aba-aba parkir. Lalu dikasih Rp 2.000 nggak mau," tulisnya, dikutip Minggu (14/4/2024).
Tak mau ribut, ia pun akhirnya memberikan uang Rp 5.000 kepada petugas parkir tersebut. Namun cukup mengejutkan, petugas tersebut menolak dan meminta uang Rp 10.000.
Baca Juga: Arus Balik, Simak Tips Menghindari Microsleep Agar Selamat Dalam Perjalanan
"Saya kasih aja. Karena udah adzan isya' dan mau buru-buru biar bisa jamaah bergegas deh ke Mesjid," tuturnya.
Tak cukup sampai di situ, saat memasuki pelataran masjid yang merupakan area dilarang menggunakan alas kaki, ia diminta untuk memasukkan alas kakinya ke plastik. Karena tak membawanya, ia diminta membeli plastik tersebut dari petugas.
Baca Juga: Cerita Baru Terungkap, Begini Detail Plot Film Smile 2 di Cinemacon !
"Balik lagi beli plastik yang dijual sebelum pelataran seharga Rp 5.000. Akhirnya bisa titip sepatu dan di kasih nomor," katanya.
Dikutip dari JawaPos.com, singkat cerita, usai rombongan keluarga yang berangkat dari Jatinangor itu selesai melakukan ibadah di Masjid Raya Al-Jabbar, mereka kembali ke parkiran mobil. Di sana, lagi-lagi mereka kena pungli.
"Ternyata petugas parkir udah beda lagi orangnya, namun masih pakai rompi yang sama. Dan minta lagi 10 Rp ribu 'seikhlasnya'," katanya.
"Karena malas debat saya kasih Rp 10.000. Saya di pintu keluar bayar parkir lagi Rp 5.000. Waktu saya bilang udah bayar 2 kali Rp 10.000 di dalam petugasnya hanya senyum-senyum aja," ungkapnya. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin