Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Israel Berjanji Serang Balik Iran, Negara Barat Mendesak Menahan Diri

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 16 April 2024 | 22:43 WIB
Iran dan Israel terlibat konflik memanas.
Iran dan Israel terlibat konflik memanas.

RADAR MALIOBORO - Serangan Iran terhadap Israel membuat negara-negara di wilayah Timur Tengah menjadi panas.

Serangan rudal yang dilancarkan Iran diperkirakan merugikan Israel 1,35 Miliar dolar Amerika Serikat.

Hal ini memicu respon kepala militer Israel yang akan membalas serangan Iran, Sedangkan beberapa negara Barat mendesak Israel untuk menghindari konflik di Timur Tengah.

Pada Senin (15/4/2024) dalam waktu kurang dari 24 jam, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memanggil kabinet perangnya terkait serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran.

Kepala Staf Militer Israel, Herzi Halevi mengatakan, Israel akan merespon, namun tidak memberitahau secara jelas.

Peluncuran begitu banyak rudal, rudal jelajah, dan pesawat tak berawak ke wilayah Israel akan ditanggapi," ujarnya di Pangkalan Udara Nevatim di Israel selatan.

Serangan yang diluncurkan oleh Iran sebagai pembalasan atas serangan Israel terhadap komplek kedutaannya di damaskus awal bulan ini, telah meningkatkan resiko terjadinya perang antara Israel dan Iran serta meningkatkan kekhawatiran perang akan menyebar di wiliyah Timur Tengah.

Perwakilan Uni Eropa Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan mengatakan, pihaknya berada di tepi jurang dan harus menjauh menghindari situasi memanas tersebut.

"Kita harus menginjak rem dan memundurkan gigi," ujarnya kepada Onda Cero, sebuah wawancara di stasiun Radio Spanyol dikutip dari Al Jazeera, Selasa (16/4/2024).

Kabinet perang Israel sedang berdiskusi terkait serangan Iran.
Kabinet perang Israel sedang berdiskusi terkait serangan Iran.

Para pemimpin negara Barat seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron, Washington dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membuat seruan serupa.

Yakni, menggemakan seruan untuk menahan diri.

"Baik kawasan ini maupun dunia tidak mampu lagi berperang," kata Guterres pada hari Minggu.

"Sekarang adalah waktunya untuk meredakan dan menurunkan eskalasi."

Rusia menyatakan keprihatinannya tentang risiko eskalasi pada hari Senin dan juga menyerukan agar mereka menahan diri tetapi telah menahan diri untuk tidak mengkritik sekutunya, Iran, di depan umum atas serangan tersebut.

"Eskalasi lebih lanjut bukanlah kepentingan siapa pun," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Atas serangan tersebut, Belgia dan Jerman memanggil duta besar Iran, di mana Iran meluncurkan ratusan drone dan rudal yang hampir semuanya berhasil digagalkan menurut militer Israel.

Dengan bantuan dari AS, Inggris, Prancis dan Yordania sebagian besar rudal dan drone berhasil ditembak jatuh.

Serangan yang dilakukan Iran merupakan pembalasan yang dilakukan karena Israel telah menyerang daerah kedutaan Iran di Damaskus dan menewaskan tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam, termasuk dua jenderal. (Hans Christian Widjaya)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#serang balik #serangan #amerika serikat #israel #konflik #presiden #benjamin netanyahu #iran