RADAR MALIOBORO - Setiap tahunnya umat Islam merayakan momen istimewa yang dikenal dengan Hari Raya Idul Fitri.
Di tengah perayaan Idul Fitri, keberagaman budaya dan tradisi Indonesia turut menghadirkan sentuhan unik.
Biasanya setelah Hari Raya Idul Fitri, salah satu tradisi yang cukup terkenal adalah Lebaran Ketupat.
Baca Juga: Joker Folie à Deux, Film Musikal yang Disajikan Berbeda Bakal Tayang Oktober 2024 Mendatang!
Lebaran Ketupat bukan sekadar tradisi namun memiliki makna mendalam dalam kehidupan umat Islam khususnya di Pulau Jawa. Ketupat Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 17 April 2024.
Meski dirayakan oleh sebagian besar umat Islam di Indonesia, namun pemahaman akan makna sakralnya mungkin belum tersebar luas.
Kupatan, demikian sebagian orang menyebutnya, merupakan tradisi yang terkadang masih dilakukan oleh umat Islam, khususnya di Pulau Jawa seminggu setelah Idul Fitri.
Baca Juga: Tingkatkan Nilai Ekonomi, Mahasiswa UNY Olah Ampas Tahu Jadi Bistik
Tradisi ini lebih dikenal dengan sebutan "syawalan" di kalangan masyarakat Jawa. Syawala pertama kali diperkenalkan kepada salah satu Walisongo yaitu Sunan Kalijaga.
Ia memperkenalkan ketupat sebagai hidangan utama tradisi ini. Bagi Sunan Kalijaga, Ketupat Idul Fitri merupakan hari kemenangan umat Islam setelah enam hari menjalankan puasa di bulan Syawal sehingga menjadikannya momen yang penuh makna dan kebahagiaan.
Baca Juga: Mahasiswa Unmaha Bantu UMKM dan Desa Wisata untuk Implementasikan Teori Bisnis
Namun perlu diperhatikan bahwa Syawal adalah puasa enam hari setelah Idul Fitri adalah sunnah yang dianjurkan, bukan kewajiban. Ini adalah bagian dari kesempurnaan puasa Ramadhan sepanjang tahun.
Pada hari Lebaran Ketupat, umat Muslim merayakannya dengan kegiatan memasak ketupat sebagai bentuk perayaan. Ketupat, makanan khas dari beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda, menjadi pusat perhatian.
Baca Juga: Jadi Drama Favorit Baru, Lovely Runner Capai Rating yang Tinggi
Tak hanya itu, mereka juga menyajikan hidangan lain yang melengkapi ketupat, seperti sayur lodeh pepaya, rebung, nangka, dan hidangan khas lainnya.
Selain aspek kuliner, silaturahmi atau kegiatan mempererat hubungan keluarga memiliki peran penting dalam Lebaran Ketupat. Setelah proses memasak ketupat, umat Muslim mengantarkan ketupat buatannya kepada sanak saudara sebagai bentuk penghargaan dan kebersamaan. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin