RADAR MALIOBORO – Tentunya setiap orang tua mempunyai cara yang berbeda-beda dalam membesarkan anaknya, namun tujuannya sama yaitu membesarkan anak dengan baik dan bijaksana.
Namun, banyak orang tua yang lupa pentingnya menyeimbangkan tujuan dan gaya asuh yang diterapkan. Dalam beberapa kasus, otoritas lebih penting daripada mengasuh anak dan dapat berdampak jangka panjang pada kepribadian dan perilaku anak.
Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang mendominasi biasanya dihadapkan pada aturan ketat dan ekspektasi yang tinggi, yang dampaknya berlanjut hingga dewasa.
Baca Juga: Makanan yang Dapat Membersihkan Darah Kotor: Meningkatkan Detoksifikasi Tubuh
Dilansir dari situs The Vessel memiliki beberapa tanda bahwa Anda dibesarkan oleh orang tua yang mendominasi diantaranya:
1.Kebutuhan Konstan akan Persetujuan
Jika kamu merasa terus-menerus mencari validasi dari orang lain, itu mungkin pertanda bahwa orang tuamu terlalu mendominasi masa kecilmu.
Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang otoriter menuntut anaknya untuk patuh dan jika tidak mereka akan mendapat hukuman, yang dapat berdampak negatif pada harga diri dan prestasi akademis mereka.
2.Kesesuaian
Karakter kedua ini masih berkaitan dengan kaitanya sebelumnya.
Ketika anak-anak tumbuh dalam keluarga yang menekankan pada penyesuaian dan mengikuti arus untuk menghindari masalah.
Hal ini biasanya terlihat dalam pekerjaan, hubungan, dan persahabatan, dan orang-orang merasa sulit untuk mengambil keputusan atau mengutarakan pendapatnya.
3.Kesulitan Mengambil Keputusan
Jika kamu kesulitan mengambil keputusan, mungkin karena orang tuamu yang mendominasi pilihan Anda saat masih masa pertumbuhan Anda.
Ini biasanya berarti bahwa orang tuamu cenderung menghukum atau meremehkanmu ketika kamu melakukan kesalahan, daripada mendorongmu untuk melihatnya sebagai kesempatan belajar.
4.Terlalu Mandiri
Tanda lain dari orang tua yang suka mendominasi adalah terlalu mandiri.
Hal ini karena ketika orang tua mengontrol setiap aspek kehidupan anak, anak dapat mengembangkan keinginan yang kuat untuk mandiri.
Ironisnya, keinginan untuk mandiri bisa berubah menjadi rasa takut akan ketergantungan pada orang lain, sehingga sulit untuk meminta bantuan dan mengurangi partisipasi aktif dalam kegiatan sosial.
5.Perfeksionisme
Fakta yang menarik adalah bahwa anak-anak yang mengalami kontrol dan kritik tingkat tinggi sering kali mengembangkan kecenderungan perfeksionis.
Mereka menetapkan standar tinggi yang tidak dapat dicapai bagi diri mereka sendiri dan bergumul dengan perasaan tidak mampu ketika pada akhirnya mereka gagal.
Baca Juga: Viggle AI Sedang Ramai Sebagai Pembuat Meme Timpa Video
6.Kesulitan membentuk hubungan yang mendalam
Dampak negatif lain dari tumbuh dewasa dengan orang tua yang suka mendominasi adalah sulitnya membentuk hubungan yang dalam dan bermakna.
Hal ini terjadi karena orang tua mengajari anak-anak mereka untuk menjaga otonomi mereka dengan ketat, dan membiarkan seseorang masuk ke dalam rumah terasa seperti melepaskan Sebagian kemerdekaan yang telah mereka peroleh dengan susah payah.
7.Takut akan Konflik
Anak-anak yang tumbuh di bawah pengawasan orang tua sering kali belajar menghindari konflik dengan cara apa pun.
Artinya mereka pandai tetap tenang atau sekadar diam untuk menghindari badai yang mungkin timbul akibat konflik.
Hal ini disebabkan karena orang tuanya telah mengajari mereka mekanisme pertahanan yang menyulitkan mereka untuk membela diri atau mengungkapkan kebutuhan Anda. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin