RADAR MALIOBORO – Ada tanda tanya besar di masyarakat mengapa berat badan wanita sering bertambah dan mengalami peningkatan setelah menikah.
Fenomena ini kerap menimbulkan pertanyaan bagaimana berat badan wanita bertambah setelah menjalin suatu hubungan atau menikah dengan pasanganya.
Ada beberapa alasan mengapa berat badan wanita bertambah setelah menikah, menurut laporan Jumat (26 April) dari herzenspace.com dan hellosehat.com.
Baca Juga: Promotor Resmi Menambah Hari untuk Konser Lany di Jakarta
1.Perubahan prioritas
Sekalipun perempuan memiliki kebebasan untuk mengatur kesehatan pribadinya sebelum menikah, kebebasan tersebut berkurang setelah menikah.
Ketika seorang wanita menikah, prioritasnya berubah dan tidak lagi menyangkut kesehatannya sendiri. Baik itu untuk anak-anaknya, pekerjaanya, atau apa pun.
Baca Juga: Jarnas 98 Soroti Agenda Sejumlah Parpol yang Dulu Menjadi Lawan Kini Jadi Kawan di Koalisi Prabowo
2.Diet berkurang
Kebiasaan diet ketat sebelum menikah cenderung santai, sehingga perempuan cenderung mengonsumsi makanan yang sebelumnya mereka hindari.
Perubahan gaya hidup setelah menikah termasuk rutinitas harian, tanggung jawab baru, dll seringkali membuat kita sulit untuk tetap disiplin saat berdiet.
Baca Juga: Tiga Waterpark di Semarang yang Cocok untuk Liburan Bersama dengan Keluarga Tercinta
3.Kebiasaan pola makan yang mengikuti pasangan
Dalam pernikahan, kebiasaan makan bersama yaitu mengikuti pasangan menjadi salah satu penyebab bertambahnya berat badan.
Makan bersama orang tersayang menjadi suatu kebahagiaan tersendiri dan membuat Anda melupakan ukuran, nutrisi dan masalah kesehatan lainnya.
4.Lebih sedikit waktu untuk perawatan diri
Setelah menikah, orang sering kali memiliki lebih sedikit waktu untuk perawatan diri, seperti menjaga kebugaran, karena tanggung jawab sehari-hari mereka berubah.
Baca Juga: Ini Dia Resep Jus Sayur Kol yang Bikin Glowing Kulit Wajah, Kaum Hawa Wajib Tahu
Berkonsentrasi pada berbagi pekerjaan rumah tangga dan merawat anak-anak membatasi jumlah waktu yang tersisa untuk merawat tubuh Anda, sehingga menyebabkan penambahan berat badan.
5.Keadaan mental
Keadaan mental selama menikah juga bisa menjadi penyebab bertambahnya berat badan.
Ketika seseorang mengalami stress misalnya, dapat melakukan pelarian pada konsumsi makanan yang berlebihan.
Baca Juga: PDIP Berpotensi Menjadi Oposisi, Kubu Prabowo Masih Berusaha Merayu
6.Kehamilan
Kehamilan seringkali menjadi penyebab utama kenaikan berat badan wanita setelah menikah, dan berat badan biasanya meningkat secara signifikan selama kehamilan.
Namun setelah melahirkan, Anda menjadi sibuk dan mengabaikan perawatan diri sehingga sulit untuk kembali ke berat badan semula.
7.Kegiatan kumpul-kumpul
setelah menikah seperti kumpul bersama keluarga dan teman juga dapat mempengaruhi kenaikan berat badan.
Sebab, kegiatan pengumpulan tersebut seringkali melibatkan makanan yang berpotensi meningkatkan konsumsi.
8.Perubahan hormon
Kenaikan berat badan setelah menikah juga bisa disebabkan oleh perubahan hormon. Hormon-hormon ini termasuk testosteron, kortisol, insulin, progesteron, tiroid, dan estrogen.
Hormon-hormon ini tidak hanya mempengaruhi perubahan fisik, tetapi juga erat kaitannya dengan siklus menstruasi, kehamilan, dan menyusui setelah menikah seorang wanita.
9.Kurang tidur
Berbagai kegiatan yang menumpuk baik di dalam rumah maupun kegiatan menempuh karir dapat menyebabkan seorang Wanita mengalami kekurangan tidur setelah menikah.
Baca Juga: Ini Dia 5 Manfaat Mengonsumsi Jeruk Nipis Bagi Kesehatan, Cegah Batu Ginjal Hingga Kesehatan Jantung
Kondisi semacam ini berkorelasi dengan menambahnya berat badan karena terganggunya keseimbangan hormonal. Bahkan tak jarang berhasrat makanan padat kalori.
10.Kurang olahraga
Setelah menikah, orang jadi sibuk beraktivitas dan kurang menjaga diri.
Salah satunya tentang olahraga. Setelah menikah, kurang olahraga bisa menyebabkan penambahan berat badan.
11.Gaya Hidup Tidak Sehat
Beberapa pola hidup tidak sehat setelah menikah dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Misalnya, bermalas-malasan dengan pasangan atau tidak banyak gerak seperti menonton TV. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin