Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Profil Fat Cat, Gamer Terkenal Asia China yang Bunuh Diri Akibat Putus Cinta

Alia Nur Azizah • Kamis, 9 Mei 2024 | 21:45 WIB
Fat Cat dan Kekasihnya.
Fat Cat dan Kekasihnya.

RADAR MALIOBORO – Dalam beberapa hari terakhir, gemparlah dunia maya Tiongkok oleh cerita yang menyejukkan dan menyayat hati tentang seorang gamer muda yang dikenal dengan julukan Fat Cat.

Lahir pada tahun 2003, pria ini terombang-ambing dalam lautan kesedihan karena merasa diabaikan oleh kekasihnya yang amat dicintainya, Tan Zhu, hingga akhirnya dia menemukan pelarian terakhiir dengan mengakhiri hidupnya.

Namun, Siapakah Fat Cat?


Fat Cat adalah nama yang digunakan oleh Pang Mao saat bermain game, sebuah nama yang melekat pada identitasnya dalam aktivitas sehari-hari.

Pang Mao dikenal sebagai seorang gamer yang tidak hanya ahli dalam permainan, tetapi juga mampu menghasilkan sejumlah uang yang mengesankan.

Sebagai salah satu figur terkemuka dalam dunia gaming di China, namanya bukanlah hal yang asing di kalangan para penggemar.

Pria yang lahir pada tahun 2003 ini, pada saat itu berusia 21 tahun, saat dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.


Sedikit yang diketahui tentang kehidupan pribadi Pang Mao, namun beredar kabar bahwa dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh dengan ketidakharmonisan, di mana orang tuanya telah bercerai.

Situasi tersebut mungkin telah mendorongnya untuk menjauh dari keluarganya dan mencari kehidupan yang lebih mandiri dengan menjaga jarak.

Terlepas dari jaraknya dari keluarga, Fat Cat juga terus menjaga komunikasi dengan adiknya.


Kematian Pang Mao dihubungkan dengan hubungan romantisnya dengan seorang wanita bernama Tan Zhu.

Selama masa pacaran, diperkirakan Pang Mao yang pada saat itu berusia 21 tahun, telah mengeluarkan sejumlah uang untuk memenuhi gaya hidup Tan Zhu.

Totalnya mencapai 510 ribu Yuan, atau setara dengan sekitar 1.1 miliar Rupiah.


Selama dua tahun menjalani hubungan asmara, Fat Cat mengalirkan seluruh harta kekayaannya kepada pasangannya dengan harapan Tan Zhu bisa merasakan kebebasan finansial, menikmati liburan, berbelanja, bahkan menikmati hidangan mewah.

Ia mengorbankan segalanya, bahkan dirinya sendiri, atas nama cinta.
Namun ironisnya, pengorbanannya tak diimbangi dengan penghargaan yang sepadan.

Ketika Fat Cat dan Tan Zhu membicarakan rencana pernikahan, yang diharapkan menjadi puncak dari cinta mereka, Tan Zhu memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Putusnya mereka terjadi hanya satu bulan sebelum tanggal yang telah mereka tentukan untuk mendaftar pernikahan.

Meski Fat Cat berusaha memperbaiki hubungan mereka berkali-kali, upayanya selalu berujung pada kegagalan.


Luka hati yang dalam akibat putus cinta membuat Fat Cat terjebak dalam rasa sakit yang tak tertahankan.

Pada 11 April 2024, dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan di Chongqing.


Adik perempuan Fat Cat merasa sangat menyesal atas perlakuan Tan Zhu yang dinilainya hanya memanfaatkan kakaknya untuk keuntungan materi.

Dia bahkan menuding bahwa Tan Zhu tidak pernah benar-benar mencintai Fat Cat.


Setelah kematian tragis Fat Cat, jembatan Chongqing menjadi tempat peringatan yang ramai dikunjungi oleh warga.

Banyak dari mereka membawa makanan dan minuman sebagai bentuk penghormatan atas keinginan terakhir Fat Cat, yang ingin menikmati hidangan cepat saji sebelum melakukan tindakan putus asa, namun sayangnya tak memiliki cukup uang.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Fat Cat #profil #china #Bunuh Diri Akibat Putus Cinta #uang #kehidupan pribadi #Tan Zhu #Yuan #Pang Mao #asmara #terkenal #asia #gamer #harta