RADAR MALIOBORO - Puluhan siswi taruna Sekolah Menengah Terpadu (SMA) Wira Bhakti Gorontalo melarikan diri dari asrama sekolah. Mereka dikatakan telah dilecehkan oleh orang yang lebih tua.
Salah satu orang tua siswa, Sera, mengatakan, berdasarkan keterangan putrinya, mereka berlari melewati pagar asrama sekolah sekitar pukul 02.00 wita pada Jumat (10/5). Mereka kemudian berjalan ratusan meter sebelum akhirnya memesan tumpangan ke rumah orang tua salah satu rekannya.
Baca Juga: Jadi Pemeran Utama Sinetron Saleha, Berikut Profil Syifa Hadju Kekasih Rizky Nazar
”Menurut keterangan anak saya dan rekan-rekannya, mereka lari dari sekolah karena tidak tahan dengan tekanan atau perlakuan dari senior mereka,” kata Sera.
Menurutnya, siswa kelas 10 kerap mendapat hukuman duduk dengan posisi kaki menyamping dalam waktu yang cukup lama. Perlakuan lain yang dialami siswi adalah harus bergerak cepat jika dipanggil atau disuruh orang yang lebih tua. Bahkan, salah satu siswa yang takut melebihi batas penghitungan yang ditetapkan oleh senior, terjatuh dari tangga hingga menyebabkan luka serius pada rahangnya.
Baca Juga: Pecinta Film Aksi Merapat, Vin Diesel Akan Memulai Produksi Film ‘Riddick: Furya’ di Bulan Agustus
”Siswi tersebut akhirnya harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” tutur Sera.
Dia mengatakan selain itu para taruni itu juga mengeluhkan perlakuan senior, yang sering meminta uang jajan mereka untuk membeli makanan. Atas tekanan yang dialami tersebut, para siswi akhirnya memutuskan bersama-sama lari dari asrama sekolah karena takut akan mendapatkan perlakuan yang bisa membahayakan keselamatan.
”Kami berharap aturan di sekolah itu bisa diperbaiki dan para senior yang terlibat dapat dilakukan pembinaan hingga dievaluasi sehingga hal ini tidak perlu terjadi,” ucap Sera.
Dia menambahkan, beberapa orang tua siswi telah melakukan musyawarah dengan pihak sekolah di salah satu rumah yang menjadi tempat para taruni tersebut bermalam.
”Saat ini, mereka belum siap untuk kembali ke sekolah dan tadi sudah bersepakat dengan pihak sekolah, bahwa mereka akan kembali ke rumah keluarga masing-masing,” papar Sera.
Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kepala SMA Terpadu Wira Bhakti Marwan Potale mengatakan, telah mengambil langkah pencegahan dengan mengizinkan para taruni untuk kembali ke orang tua atau keluarganya masing-masing. Sekolah belum bisa mengambil kesimpulan terkait persoalan itu, karena para taruni masih diminta oleh orang tua mereka untuk kembali ke rumah masing-masing.
”Insya Allah Minggu atau Senin, mereka diantar kembali ke sekolah oleh orang tuanya masing-masing. Mereka akan kita mintai keterangan untuk memastikan kejadian yang sebenarnya,” jelas Marwan. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin