Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mangga Ternyata Memiliki Kisah Suci Dalam Budaya Agama Hindu dan Buddha. Berikut Kisahnya..

Nadiva Aiszhabella • Selasa, 14 Mei 2024 | 03:39 WIB
ilustrrasi ritual budaya dengan daun manga di india
ilustrrasi ritual budaya dengan daun manga di india

RADAR MALIOBORO – Mangga merupakan salah satu buah yang populer dan banyak disukai di seluruh dunia. Memberikan cita rasa yang manis maupun asam, mangga bisa menjadi pilihan hidangan yang segar.

Namun, tahukah bahwa ternyata manga memiliki kisah yang unik karena dianggap salah satu buah yang suci dalam ajaran Hindu dan Buddha. Berikut kisahnya yang dilansir dari deep rooted.

 Baca Juga: Selain Turunkan Risiko Kanker Payudara, Buah Nanas Juga Memiliki Lima Manfaat Lain untuk Kesehatan Perempuan

Kisah Mangga Dalam Agama Hindu

Dalam agama Hindu, mangga dianggap sebagai buah suci, dan pohon mangga dipuja sebagai Kalpavriksha, atau Pohon Kehidupan. Menurut legenda, dewa cinta Kamadeva menyalakan hasrat dengan busur yang dibuat dari kayu mangga. Selain itu, ada legenda bahwa Dewa Siwa bermeditasi di bawah pohon mangga, sedangkan Dewi Lakshmi muncul dari dahan pohon.

Daun dan buah mangga menjadi pusat perhatian sebagai elemen dekoratif selama upacara dan ritual Hindu. Salah satu cara yang umum untuk menunjukkan pengabdian dan pemujaan kepada dewa adalah dengan memberikan mangga kepada mereka.

 Baca Juga: Laga Kandang Terakhir Mbappe Bersama PSG Berakhir dengan Kekalahan

Di epos Ramayana, Dewa monyet Hanoman menemukan Sita, istri Dewa Rama, di tengah kebun mangga yang tenang. Dalam budaya India, mangga juga dikaitkan dengan cinta dan romansa, dan mereka sering dipertukarkan sebagai tanda kasih sayang antara kekasih.

Dalam pernikahan Hindu, daun mangga digunakan untuk membuat karangan bunga dekoratif yang disebut "toran". Toran dipajang dengan indah di pintu masuk tempat pernikahan, melambangkan kebahagiaan dan keberhasilan bagi pengantin baru.

 Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Islam Sangat Melarang Ghibah

Kisah Mangga Dalam Agama Buddha

Di dalam agama Buddha, mangga melambangkan kemungkinan pencerahan. Sebuah cerita mengatakan bahwa seorang biksu memberi Sang Buddha mangga matang, yang menuntunnya pada kesadaran yang mendalam tentang bahwa tidak ada yang permanen. Mangga juga dianggap sebagai simbol kesuburan dan kelimpahan, dan sering kali dimasukkan ke dalam ritual yang bertujuan untuk meningkatkan kesuburan.

 Baca Juga: Simak, 3 Jenis Buah Naga yang Jarang Diketahui

Di banyak kebudayaan, mangga memiliki nilai gizi dan manfaat obat yang tinggi, di luar hubungan keagamaannya. Dalam pengobatan tradisional Ayurveda, mangga membantu pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan bahkan melawan penyakit.

Ikatan antara budaya mangga dan musim panen, menjadikan negara-negara seperti India merayakan musim mangga dengan sangat antusias dengan mengadakan festival dan pekan raya yang meriah.

 Baca Juga: Banjir Bandang di Agam, Sumatera Barat, 19 Orang Meninggal Dunia, Dua Orang Masih Hilang

Budaya mangga juga menarik dalam karya seni dan sastra. Seringkali, mangga digunakan sebagai simbol hasrat dan cinta dalam karya sastra India. Dalam Ramayana yang terkenal, Dewa Rama berjanji untuk membawakan mangga kepada Sita, simbol cintanya. Selama berabad-abad, mangga telah digambarkan secara artistik dalam patung, lukisan, dan foto, menunjukkan daya tariknya yang abadi. ***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#mangga #budha #ritual