Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kemenkes Tegaskan Varian Covid-19 di Singapura Belum Ada di Indonesia

Wulan Destiana Maharani • Jumat, 24 Mei 2024 | 15:04 WIB
ilustrasi partikel virus Covid-19.
ilustrasi partikel virus Covid-19.

RADAR MALIOBORO – Pemerintah Indonesia mewaspadai dengan penyebaran virus corona varian baru KP.1 dan KP.2 yang saat ini menyebar ke wqega di Singapura. Namun hingga saat ini tercatat belum ada kasus infeksi virus corona varian tersebut yang masuk ke Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mohammad Syahril mengatakan varian JN.1. Covid-19 varian KP.1 Dan KP.2 sendiri merupakan subvarian turunan dari Omicron JN.1.

Baca Juga: Ponsel iQOO Z9 5G dan Z9x 5G Resmi Diluncurkan di Indonesia, Berikut Spesifikasi dan Harganya.

“Sampai Mei 2024, kasus Covid-19 yang beredar di indonesia didominasi oleh subvariant Omicron JN.1.1, dan JN.1, dan JN.1.39. Kalau subvariant KP, belum ditemukan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/5).

Secara global, ia menerangkan subvarian Covid-19 JN.1 sebagai subvarian yang telah mendominasi di sebagian besar negara (54,3%).

Secara lokal,  proporsi gabungan KP.1 dan KP.2 kini mencapai lebih dari 2/3 kasus Covi-19 di Singapura.

Baca Juga: Wajib Dicoba! Jenis Olahraga ini Bisa Bantu Mengecilkan Paha

Hingga 3 Mei 2024, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan KP2 sebagai  Variant Under Monitoring (VUM). Namun, tidak ada indikasi bahwa varian KP.1 dan KP.2 lebih mudah menular atau menyebabkan keparahan dibandingkan varian Covid-19 lainnya.

“Pemerintah Singapura melaporkan bahwa sublineage didominasi oleh sublineage KP.1 dan KP.2. Belum ada indikasi, baik secara global ataupun lokal Singapura, kedua subvarian ini menjadi lebih menular ataupun menjadi lebih dapat menyebabkan sakit berat, dibandingkan dengaan varian yang lainnya,” jelas Syahril.

Baca Juga: Film Malam Pencabut Nyawa, Kisah Mengerikan Tentang Kematian dan Insomnia! Berikut Sinopsisnya!

Berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) yang dihimpun oleh ASEAN BioDiaspora Virtual Center per 19 Mei 2024, varian Covid-19 yang bersikulasi di kawasan  ASEAN pada tahun 2023-2024 didominasi oleh JN.1.

Sementara itu, varian KP yang ditemukan di ASEAN saat ini bersirkulasi tidak hanya  di Singapura tetapi juga di Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Varian KP belum ditemukan di Indonesia.

Baca Juga: Kemendikbudristek Tegaskan Sastra Bukan Hanya untuk Pelajaran Bahasa Indonesia

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan Singapura mencatat ada peningkatan kasus Covid-19 dari 13.700 kasus selama periode 28 April sampai 4 Mei menjadi 25.900  kasus pada periode 5 hingga 11 Mei 2024.

Rata-rata kasus yang masuk rumah sakit di Singapura meningkat dari 181 kasus  (minggu ke-18) menjadi 250 kasus (minggu ke-19). Namun, rata-rata kasus yang masuk di Unit Perawatan Intensif (ICU) per hari masih rendah yaitu 3 kasus (minggu ke-19) dan 2 kasus (minggu ke-18). ***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#covid #Virus Corona #indonesia #singapura