RADAR MALIOBORO – Nasi putih merupakan makanan pokok yang sudah mengakar kuat di masyarakat Indonesia.
Beras sendiri bukanlah makanan asli masyarakat Indonesia. Beras dianggap sebagai makanan pokok yang berasal dari budaya India atau daratan Asia Timur.
Nenek moyang kita yang merantau ke berbagai pulau di Indonesia mewariskan budaya makan nasi dan cara budidayanya.
Baca Juga: Tak Hanya Bermanfaat untuk Tubuh, Berenang Ternyata juga Bermanfaat untuk Kesehatan Mental
Di sisi lain, Indonesia juga mempunyai kekayaan pangan lokal yang tak kalah unggul dari segi nilai gizi dan rasa.
Ditengah harga beras yang terus meningkat, kembalinya masyarakat mengonsumsi pangan lokal membuat masyarakat tidak lagi bergantung pada beras.
Bahan lokal apa saja yang bisa dijadikan sebagai pengganti beras?
Baca Juga: Kemenkes Tegaskan Varian Covid-19 di Singapura Belum Ada di Indonesia
Dilansir dari laman Badan Pangan Nasional pada Kamis (23/5), Berikut daftar pangan lokal yang bisa menggantikan harga beras yang semakin mahal.
1.Umbi
Indonesia kaya akan jenis umbi-umbian. Indonesia tidak hanya memiliki singkong saja, namun juga jenis umbi-umbian lainnya seperti ubi cilembu, garut, gadung, gembili, ganyong, talas, porang dan lain sebagainya.
Umbi-umbian kaya akan serat, kalium, dan vitamin. Umbi-umbian dapat diolah dengan cara direbus atau dipanggang.
2.Sagu
Baca Juga: Ponsel iQOO Z9 5G dan Z9x 5G Resmi Diluncurkan di Indonesia, Berikut Spesifikasi dan Harganya.
Sagu merupakan bahan pangan yang sangat popular di Kawasan Indonesia Timur. Saat haraga beras naik, masyarakat di timur Indonesia tak lagi khawatir jika tidak dapat mengakses pangan terjangkau.
Sagu dapat diolah menjadi papeda, sagu mutiara, goncang-goncang, dan kue sagu. Sagu kaya akan karbohidrat dan serat.
3.Sukun
Ini merupakan jenis buah yang dapat dijadikan pengganti beras.
Baca Juga: Wajib Dicoba! Jenis Olahraga ini Bisa Bantu Mengecilkan Paha
Baik dikukus atau direbus, rasanya gurih dan lembut.
Sukun lebih keras dari singkong atau gadung. Sukun kaya akan karbohidrat, serat, dan kalium.
Sukun dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan, antara lain keripik sukun, sukun goreng, atau kolak sukun.
4.Labu Kuning
Labu kuning kaya akan karbohidrat, vitamin A, dan vitamin C.
Baca Juga: Film Malam Pencabut Nyawa, Kisah Mengerikan Tentang Kematian dan Insomnia! Berikut Sinopsisnya!
Labu kuning dapat diolah dalam berbagai macam masakan, termasuk sup labu kuning, kari labu kuning, dan kue labu kuning.
Kulit labu kuning sangat keras, namun daging labu memiliki tekstur lembut dan cenderung manis jika sudah diolah.
5.Pisang
Pisang merupakan sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan kaya akan kalium, vitamin B6, dan serat. Pisang diolah untuk membuat pisang goreng, smoothie pisang, pancake pisang, dan roti pisang.
Baca Juga: Kemendikbudristek Tegaskan Sastra Bukan Hanya untuk Pelajaran Bahasa Indonesia
Di Makassar dan Sulawesi Selatan sekitarnya, pisang goreng sering disantap dengan sambal pedas.
Pisang sangat fleksibel dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.
Pangan lokal umumnya lebih kaya serat, vitamin dan mineral dibandingkan nasi putih. Memilih pangan lokal berarti mendukung petani dan pengusaha lokal.
Mengonsumsi makanan yang beragam berkontribusi menjaga keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan. Serat yang ditemukan dalam makanan lokal meningkatkan pencernaan dan mencegah sembelit.
Pangan lokal umumnya memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih sehingga membantu mengontrol kadar gula darah. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin