Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Risiko Penyakit dan Tumbuh Kembang Anak akibat Kelebihan Konsumsi Gula, Waspada Bahayanya!

Marsa Andiny Putri • Minggu, 26 Mei 2024 | 00:03 WIB
Ilustrasi makanan manis.
Ilustrasi makanan manis.

RADAR MALIOBORO - Anak-anak suka makan makanan manis. Gula merupakan salah satu karbohidrat sederhana yang biasanya menjadi makanan penutup favorit masyarakat Indonesia.

Faktanya, terlalu banyak gula pada anak dapat mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembangnya. Konsumsi makanan manis pada anak sebaiknya dikontrol. Sebab, jika anak terlalu banyak makan yang manis-manis, banyak dampak buruk bagi kesehatan yang bisa terjadi.

Baca Juga: Ada Capricorn hingga Cancer, 4 Zodiak Ini Paling Tidak Beruntung dalam Urusan Karier Menurut Astrologi

Kandungan gula yang tinggi dapat membuat anak menjadi hiperaktif. Gangguan yang disebut dengan sugar rush itu bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dalam waktu yang singkat.

Namun, sejauh ini belum ada bukti ilmiah jika sugar rush yang terjadi pada anak dapat membuatnya menjadi seorang yang hiperaktif.

Ada beberapa dampak asupan gula berlebih yang dapat terjadi pada anak, di antaranya:

Baca Juga: Menjelajahi Kuliner Khas Klaten: Menikmati Soto Kering atau Toring, Makanan Unik Soto Tanpa Kuah

1. Kerusakan gigi

Anak yang terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman manis berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi. Bila kebiasaan tersebut tidak segera dihentikan, anak rentan mengalami gigi berlubang di kemudian hari.

2. Penurunan daya ingat dan konsentrasi

Mengonsumsi asupan gula berlebih pada anak dapat mengganggu kemampuan otak untuk berfungsi secara optimal. Bahkan, kondisi ini juga bisa berdampak pada penurunan daya ingat dan konsentrasi anak sehingga dapat memengaruhi prestasi belajar di sekolah.

Baca Juga: Pecinta Durian Wajib Merapat! Begini Resep Pancake Durian Empuk Legit yang Bisa Kamu Coba di Rumah!

3. Obesitas

Selain faktor genetik dan kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat, termasuk konsumsi gula berlebih, juga menjadi penyebab anak mengalami obesitas.

4. Penyakit diabetes

Dalam jangka panjang, penyakit diabetes yang tidak terkontrol dapat memicu beragam penyakit serius, seperti kerusakan saraf, masalah fungsi ginjal, gangguan penglihatan, atau stroke.

Baca Juga: Tak Hanya Bermanfaat Bagi Tubuh, Berenang Juga Bawa Dampak Positif Bagi Kesehatan Mental

Selain itu juga harus memilih susu dengan kandungan nutrisi yang mampu mendukung pertumbuhan anak, dikutip dari dp3appkb.bantulkab.go.id seperti:

1. DHA (docosahexaenoic acid), untuk mendukung perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak

2. Beta glucan, untuk meningkatkan kekuatan tulang serta meningkatkan daya tahan tubuh anak

Baca Juga: Waduk Penuh Ikan Embung Kledung Temanggung, Spot Wisata yang Penuh Ketenagan dengan View Gunung Sindoro

3. Vitamin B kompleks, untuk meningkatkan sistem metabolisme tubuh, menjaga kesehatan saraf, serta melancarkan sistem peredaran darah

4. Prebiotik, seperti PDX-GOS, untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan sebagai sumber nutrisi bagi bakteri baik di pencernaan

5. Zinc, untuk mendukung pertumbuhan anak dan melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit infeksi.

Baca Juga: Hutan Pinus Purwojiwo: Destinasi Wisata Alam di Wonosobo yang Direkomendasikan untuk Bersantai Sembari Melepas Penat

Memperhatikan asupan gula pada anak penting dilakukan orang tua agar proses tumbuh kembang berjalan optimal. Selain itu, biasakan anak menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang, berolahraga secara rutin, dan mencukupi waktu istirahat.***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#konsumsi #kelebihan #diabetes #gula