RADAR MALIOBORO - Penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti pembiayaan untuk penanganan kasus tuberkulosis (TB), yang ternyata cukup besar. Menurut hasil penelitian tersebut, biaya pengobatan TB mencapai dua kali lipat upah minimum regional (UMR) Provinsi Yogjakarta tahun 2022.
Baca Juga: Mengintip Pesona Bukit Bintang yang Gemerlap, Dikenal dengan Sebutan Jogja Lantai Dua
UMR Provinsi Yogjakarta tahun 2022 telah ditetapkan sebesar Rp 1,8 juta per bulan atau sekitar Rp 60 ribu per hari. Di sisi lain, biaya untuk sekali kunjungan pengobatan TB mencapai sekitar Rp 119 ribu. Ini berarti biaya pengobatan TB setidaknya setara dengan dua kali lipat UMR per bulan di provinsi tersebut.
Baca Juga: Terungkap Alasan Mengapa Marselino Ferdinan Tak Tergantikan di Timnas Indonesia
Penelitian ini dipaparkan oleh Sinta Dewi Lestyoningrum, seorang peneliti ahli muda di Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengobatan TB bukan hanya membutuhkan perhatian medis intensif tetapi juga memerlukan sumber daya keuangan yang signifikan, terutama bagi individu dan keluarga yang terkena dampak langsung dari penyakit ini.
Baca Juga: MUI Tolak Penjudi Online Diberi Bantuan Sosial, Dinilai Termasuk Pelaku Kejahatan
Kesimpulan penelitian tersebut didapatkan daei penghitungan cost of illness (COI) TB anak berdasarkan perspektif fasilitas kesehatan. "Secara total, pelayan kesehatan tingkat lanjut yang menjadi rujukan pengobatan TB anak setidaknya menghabiskan rata-rata Rp 988 ribu untuk setiap periode pengobatan," kata Sinta dalam keterangannya Kamis (13/6).
Sinta menjelaskan pada pasien TB anak, menjalani rata-rata delapan kali kunjungan. Perhitungannya dari awal diagnosis hingga dinyatakan sembuh. Baik di rumah sakit (RS) maupun di puskesmas, dengan biaya mencapai Rp 119 ribu per kunjungan.
Baca Juga: Ban Belakang Motor Cepat Botak? Ini 5 Penyebab yang Harus Anda Ketahui
Hitungan COI TB anak berdasarkan perspektif fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) itu, menghitung seluruh biaya medis yang ditanggung oleh RS selama pengobatan. Tanpa memandang cara pembayaran pasien TB anak. Biaya medis itu belum mencakup biaya langsung non-pengobatan lainnya. Seperti biaya transportasi dan biaya makan atau akomodasi selama pengobatan.
Sementara itu hasil uji ekonometrik menunjukkan bahwa biaya profesional, biaya obat, biaya lab, dan biaya penunjang medis berpengaruh signifikan terhadap besar biaya total pengobatan TB anak. "Biaya profesional ini termasuk konsultasi dengan dokter spesialis, dokter gizi, dan kami temui beberapa pasien TB anak menjalani terapi psikologi," jelas Sinta.
Baca Juga: Resep Iga Bakar Kecap yang Lembut dan Gurih, Cocok untuk Kalian Jadikan Menu Lebaran Idul Adha
Dia mengatakan biaya obat juga berkontribusi signifikan. Karena beberapa pasien yang dirujuk disertai dengan komplikasi lain. Seperti malnutrisi atau penyakit tambahan lain selama masa pengobatan. Sehingga meningkatkan biaya pengobatan.
Baca Juga: Enak Pol! Inilah Resep Tengkleng Kambing Rica yang Cocok untuk Jadi Menu Lebaran Idul Adha
"Karena mengalami TB, daya tubuh pasien menurun, sehingga mudah sekali mengalami komplikasi lainnya," tambah dia. Rerata pasien TB anak dalam penelitian ini bervariasi, baik dari jumlah kunjungan dan jenis pengobatan tambahan selain obat TB. Hal ini menjadikan jumlah biaya per pasien akan berbeda dengan yang lain sesuai dengan gangguan bawaan yang mengiringi TB anak.***
Editor : Iwa Ikhwanudin