Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Indonesia Salurkan Seribu Hewan Kurban ke Gaza

Marsa Andiny Putri • Kamis, 20 Juni 2024 | 06:18 WIB
Hewan korban. ( Foto  dari pinterest )
Hewan korban. ( Foto dari pinterest )

RADAR MALIOBORO - Pengiriman daging kurban dari para pekurban Indonesia ke Gaza dan Tepi Barat merupakan langkah solidaritas yang sangat bermakna. M. Imdadun Rahmat, Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, menjelaskan bahwa seribu ekor domba atau kambing dikirim ke wilayah tersebut melalui mitra yang memiliki akses ke sana. Keputusan ini dipertimbangkan dengan cermat mengingat situasi dan kondisi di Gaza dan Tepi Barat.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata yang Cocok Saat Libur di Yogyakarta, Magisnya Kota Pelajar di Malam Hari

Langkah ini menunjukkan bahwa daging kurban tidak hanya memberikan manfaat di dalam negeri, tetapi juga mendukung masyarakat yang membutuhkan di luar negeri, seperti warga Palestina. Solidaritas internasional seperti ini membawa dampak positif dalam meringankan beban dan memberikan bantuan yang langsung dirasakan oleh komunitas yang membutuhkan.

Baca Juga: Wajib Dicoba, 3 Platform Menulis yang Bisa Menghasilkan Uang: Peluang Menarik Bagi Penulis Pemula

Mitra Baznas dalam pendistribusian hewan kurban ke Gaza dan Tepi Barat di antaranya Women Crisis Center, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), dan Baituz Zakat. ”Mereka punya akses untuk mendistribusikan langsung ke Gaza dan Tepi Barat. Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Selamat! Nikita Willy Umumkan Hamil Anak Ke-2, Langsung Ungkap Jenis Kelamin Calon Bayinya

Secara keseluruhan, M. Imdadun Rahmat dari Baznas menyatakan bahwa jumlah hewan kurban yang masuk atau dititipkan ke Baznas pusat tahun ini mencapai 9 ribu doka. Dalam penghitungannya, Baznas menggunakan satuan doka, di mana satu ekor sapi setara dengan tujuh doka. Ini menunjukkan peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hewan kurban ini didistribusikan ke seluruh Indonesia untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Baim Wong Rayakan Idul Adha Bareng Anak, Istrinya Paula Verhoeven Kemana?

Sementara itu, terkait isu pengiriman misi perdamaian sipil dan organisasi masyarakat ke Gaza, Palestina, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menjelaskan bahwa hal ini masih bergantung pada mandat dari PBB. Rolliansyah Soemirat, Juru Bicara II Kemenlu, menyatakan bahwa penggelaran misi perdamaian PBB hanya dapat dilakukan setelah adanya persetujuan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB. Sampai saat ini, PBB belum membahas secara resmi penggelaran operasi penjaga perdamaian di Gaza.

Baca Juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah Digelar di Surakarta, Mulai 21 Juni Ini Dimulai ASEAN U-16 Boys' Championship 2024

Menurut pria yang akrab disapa Roy itu, prioritas saat ini adalah terciptanya perdamaian melalui gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas Palestina. Hal itu sesuai dengan Resolusi 2735 DK PBB yang baru disahkan beberapa waktu lalu.

Jika memang ada pengiriman untuk misi perdamaian PBB, menurut dia, akan dilakukan update dengan kondisi di lapangan. Baik soal jumlah, komposisi, maupun jenis keahliannya.

Baca Juga: Berlibur ke Klaten tapi Bingung Mau ke Mana? Ini Dia Rekomendasi Wisata Seru Yang Wajib Dikunjungi

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sempat mengungkapkan bahwa Indonesia siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza. Hal itu dilakukan sebagai salah satu kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#gaza #Kirim #hewan kurban #indonesia