Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kenali Hubungan Toksik: Perusak Kepribadian yang Tak Kasat Mata

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 29 Agustus 2024 | 23:27 WIB

Bahaya mempunyai hubungan toksik.
Bahaya mempunyai hubungan toksik.

 
RADAR JOGJA - Hubungan yang toksik baik dalam percintaan, pertemanan, hingga kekeluargaan sering dianggap remeh oleh beberapa orang.

Padahal hubungan ini akan meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi orang yang mengalami hingga mengubah kepribadiannya.

Apasih hubungan toksik itu?

Hubungan toksik adalah dimana ada interaksi yang tidak sehat dan merusak dua orang atau lebih.

Hubungan yang toksik itu bisa berupa manipulasi, kelebihan mengontrol, ketidakpedulian, penghinaan, dan kekerasan emosiaonal.

Lalu bagaimana bisa hubungan toksik bisa mengubah kepribadian kita?
1. Tingkat rasa percaya diri yang menurun: Salah satu bentuk dari hubungan toksik yaitu harga diri yang turun karena disebabkan oleh penghinaan, cacian, makian sehingga membuat seseorang tidak berharga.
2. Kecemasan dan depresi: Hidup dengan penuh tekanan dan ancaman memicu terjadinya depresi dan mental seseorang. Korban toksik ini kadang merasa putus asa, kesepian, dan terisolasi.

3. Perubahan perilaku: Orang yang memiliki hubungan toksik akan menjadi seorang yang pendiam, menarik diri dari lingkungan sosial, bahkan bisa menjadi agresif pada oranglain.
4. Perubahan pada pola pikir: Untuk memertahankan sebuah hubungan mungkin akan merubah pola pikirnya biar sejalan dengan pasangannya atau orangnya. Mungkin dari merubah pola pikirnya akan berdampak seperti menyalahkan diri sendiri, dan membenarkan perilaku buruk pasangannya.
5. Sulit berinteraksi dengan orang lain: Pengalaman yang terjadi dalam orang yang mengalami hubungan yang toksik justru akan membuatnya trauma untuk menjalin hubungan dengan orang lain karena rasa sakit yang selalu ada dalam dirinya.

Mengapa perubahan kepribadian itu terjadi?
1. Rasa trauma yang tinggi: Bekas yang didapat akan meninggalkan trauma yang tinggi sehingga menyebabkan rasa emosional kita tidak terkontrol.
2. Adaptasi: Untuk berlangsunya kehidupan seseorang mampu mengubah kepribadiannya demi menyesuaikan kondisi yang ada.
3. Takut kehilangan: ketakutan kehilangan seseorang yang dicintai meskipun orang itu beracun dapat membuat seseorang menjadi rusak.
Untuk menghindari hubungan toksik maka yang perlu kita lakukan yaitu dengan jaga jarak dengan orang toksik, mencari dukungan, dan bangun kembali diri sendiri. (Julia Putri Nur Isma)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#hubungan toksik #Tekanan #menjalin hubungan #Korban toksik #interaksi tidak sehat