Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ciptakan Plastik Kemurai, Kemasan Mudah Terurai, Begini Penjelasan Sang Penemu

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 30 Agustus 2024 | 03:48 WIB
Yuni Kusumastuti dan kemurai temuannya.
Yuni Kusumastuti dan kemurai temuannya.

JOGJA - Sampah plastik menjadi penyumbang utama pencemaran lingkungan.

Sampah plastik diketahui sisa limbahnya tidak mudah terurai.

Berangkat dari permasalahan itu, tim peneliti dari Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) UGM mengembangkan plastik kemasan mudah terurai (Kemurai).

Kemurai merupakan terobosan plastik kemasan berbasis polipropilen.

Memiliki kemampuan degradasi lebih cepat dibanding plastik konvensional.

“Ide riset muncul sejak 2018, berawal dari keresahan permasalahan sampah, utamanya sampah plastik."

"Yang perlu waktu lama untuk diuraikan tanah,” kata koordinator tim, Dr Ir Yuni Kusumastuti (28/8/2024) di Laboratorium Teknik Kimia UGM.

Yuni menggandeng Ir Moh Fahrurrozi PhD, dan Dr Ir Teguh Ariyanto.

Mereka memformulasikan plastik dengan komponen serupa dengan plastik yang umumnya digunakan di masyarakat.

Tetapi dengan waktu penguraian dua kali lebih cepat.

Muncul ide untuk memberikan tambahan zat aditif pada bahan dasar plastik tersebut.

“Kami melakukan penambahan zat aditif berupa pro-oxidant dan bio aditif pada polipropilen sebagai bahan dasar plastik."

"Sehingga plastik dapat mengalami perubahan struktur dengan kondisi lingkungan yang spesifik."

"Menyebabkan terjadinya pemecahan molekul dengan rantai panjang menjadi senyawa lebih sederhana sehingga mudah terurai,” ungkap Yuni.

Menurut dia, adanya penambahan zat aditif ini tidak mengubah kekuatan yang ada pada plastik konvensional.

Justru kekuatan dan kemampuan Kemurai akan sama dengan plastik konvensional plus lebih mudah terurai.

Namun produk Kemurai masih jauh dari selesai. Produk ini masih harus melewati beberapa tahapan. Seperti pengujian waktu penguraian.

Selain itu, mereka juga mengupayakan pengetesan formulasi lain pada produk Kemurai dengan kombinasi dengan bahan alam lain.

“Kami juga harus menekan biaya produk sehingga harganya tidak jauh berbeda dengan plastik konvensional sehingga kelak masyarakat tidak kesusahan saat beralih ke Kemurai,” jelasnya.

Yuni berharap Kemurai dapat bersinergi dengan mitra industri yang memiliki inovasi sejalan. Sehingga Kemurai dapat dipasarkan dan dapat digunakan masyarakat luas.

“Diharapkan mempercepat hilirisasi plastik kemasan berbasis polipropilen termodifikasi yang terdegradasi lebih cepat dibandingkan dengan plastik konvensional."

"Sehingga diharapkan memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi lingkungan,” katanya.

Editor : Iwa Ikhwanudin
#terurai alam #plastik #teknik kimia ugm #mudah #plastik kemurai