RADAR MALIOBORO – Mengalami kesulitan mengingat pelajaran adalah hal yang sering dihadapi banyak orang, baik dari siswa, mahasiswa, maupun pekerja.
Kebiasaan lupa menjadi salah satu penghambat untuk mencapai pembelajaran yang baik. Namun, dengan menerapkan metode belajar efektif, masalah ini dapat diatasi.
Berikut 5 cara belajar efektif untuk mengatasi kebiasaan lupa yang wajib dicoba:
1. Metode Pemecahan (Chunking)
Chunking adalah metode yang sangat berguna bagi manusia. Metode ini mengatasi keterbatasan kapasitas otak dalam proses mengingat sesuatu yang kompleks. Seperti halnya mengingat suku kata, daftar huruf, angka 14 digit hingga konten-konten suatu kursus.
Sebenarnya potongan informasi yang tergolong kecil lebih mudah untuk disimpan dan di ingat. Dengan penerapan metode Chunking, pemecahan informasi akan dibantu. Hal ini juga melipatgandakan kapasitas memori dalam jangka waktu yang pendek.
2. Metode Flash Card
Metode belajar flash card adalah salah satu cara belajar yang efektif. Cara ini dapat meningkatkan pemahaman dan mengingat informasi. Dalam penerapannya, informasi yang dipelajari akan ditulis atau dibentuk menjadi ilustrasi di sebuah kartu kecil (flash card).
Setiap kartu yang digunakan akan berisi satu konsep, fakta, ataupun sebuah pertanyaan yang harus dihafal dan dipahami.
Beberapa tips yang harus diperhatikan yakni, penggunaan warna yang berbeda, jangan mengandalkan kartu pertanyaan, jangan terjebak dalam pola rutin, penggunaan kartu ilustrasi pada flash card hingga pengaturan jadwal latihan.
3. Metode Mnemonik
Metode ini sudah diterapkan sejak zaman Yunani dan Romawi. Adapun kalangan yang masih menerapkan metode mnemonik antara lain, pengacara perusahaan, ahli pemasaran bahkan yang paling mudah bagi para pelajar.
Mnemonik adalah rumusan atau ungkapan dalam mempermudah mengingat sesuatu. Beberapa jenis metode mnemonik yang bisa diterapkan yakni, metode lokus, sajak dan frasa, metode cerita, metode tali, akronim, asosisasi, organisasi, gambar visual, lagu-lagunya, sampai konversi angka.
4. Teknik Visualisasi
Teknik penggunaan visualisasi adalah suatu proses pembelajaran yang berfokus pada aspek visual. Aspek ini digunakan sebagai penerima informasi dan pengetahuan utama. Konten pembelajaran visual bukan hanya melihat, tetapi juga menginterpretasikan informasi.
Teknik belajar visual juga dapat membantu memahami lebih cepat sebuah materi baru, saat diberi kesempatan untuk melihat dan menvisualisasikan konsep. Beberapa contoh dalam teknik visualisasi antara lain, membaca buku dengan ilustrasi, menonton video edukasi, penggunaan diagram atau mind map, hingga melakukan studi kasus visual.
5. Mengajar orang lain
Teknik mengajar orang lain juga tergolong efektif. Proses mengajarkan materi kepada orang lain dapat meningkatkan pemahaman memori pada otak.
Dalam penerapannya, pemahaman dalam mengorganisir dan mendeskripsikan informasi harus dengan cara yang masuk akal. Dengan demikian, pemahaman tersebut dapat memperdalam ingatan.
Mengatasi kebiasaan lupa dalam belajar memang harus memerlupan beberapa pendekatan yang tepat. Jangan biarkan kebiasaan lupa menghalangi berbagai tujuan yang ingin dicapai.***
Penulis: Razmarita Dyasprinasti
(Berbagai Sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin