Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengapa Kapibara Dijuluki 'Masbro'? Mengenal Hewan Pengerat Terbesar yang Ramah dan Santai

Tastabila Maika Warditya • Kamis, 5 September 2024 | 21:39 WIB
Sosok
Sosok

RADAR MALIOBORO - Kapibara, hewan pengerat terbesar di dunia, telah mencuri perhatian publik beberapa tahun terakhir.

Kehidupan santai dan sifat ramahnya terhadap hewan lain serta manusia menjadikannya sosok yang dicintai banyak orang.

Tak heran, hewan asli Amerika Selatan ini mendapat julukan 'masbro' yang mencerminkan kepribadiannya yang tenang dan bersahabat.

Kapibara adalah penghuni alami daerah tropis dan lembap di Amerika Selatan. Hewan ini dapat ditemukan di berbagai wilayah mulai dari Timur Andes, wilayah Kanal Panama, hingga daerah utara Kolombia dan Venezuela, serta sejauh selatan Uruguay dan Provinsi Buenos Aires di Argentina.

Kapibara sangat teradaptasi dengan baik di lingkungan ini, di mana mereka menikmati kehidupan yang berdekatan dengan sumber air.

Seperti halnya hewan pengerat lainnya, kapibara memiliki dua buah gigi seri yang terus tumbuh sepanjang hidup mereka.

Untuk menjaga keseimbangan panjang gigi, mereka harus terus menggerogoti dan mengunyah berbagai benda.

Hewan ini memiliki bulu dengan warna yang bervariasi dari cokelat hingga kemerahan, dan kulitnya yang keras serta berminyak memberikan perlindungan ekstra dari lingkungan sekitar.

Kapibara juga memiliki ciri khas fisik dengan telinga pendek, hidung kecil, dan bulu pendek yang menutupi seluruh tubuhnya.

Mata kapibara yang kecil terletak di atas kepala, berdekatan dengan telinga dan hidung, membuat mereka mampu mengamati lingkungan sekitar dengan lebih baik saat berendam di air.

Hewan ini juga dilengkapi dengan kelenjar bau di kepalanya yang menonjol, serta kaki pendek yang kokoh dengan selaput di antara jari-jarinya, memungkinkan mereka bergerak dengan lincah di air.

Hewan yang semi-akuatik ini sangat menyukai lingkungan basah yang penuh dengan rerumputan dan berada dekat dengan sungai atau rawa.

Kapibara menjalankan sebagian besar aktivitas mereka di darat, tetapi mereka juga gemar berenang dan menyelam untuk mencari makanan atau sekadar berendam, menenangkan diri di habitat alami mereka.

Kapibara memiliki kemampuan untuk bereproduksi sepanjang tahun, namun di habitat dengan musim yang berbeda, puncak aktivitas reproduksi mereka terjadi pada awal musim hujan, biasanya antara bulan April hingga Juli.

Perkawinan terjadi di dalam air, tepat sebelum musim hujan dimulai, dan setelah itu, kapibara betina mengalami masa kehamilan selama 130 hari atau sekitar 5 bulan.

Puncak kelahiran anak-anak kapibara terjadi di akhir musim hujan, memastikan kelangsungan hidup spesies mereka dalam ekosistem.

Meskipun tubuhnya besar dan terlihat kuat, kapibara tetap menjadi sasaran bagi predator alam seperti jaguar, puma, dan buaya.

Di beberapa wilayah, manusia juga memanfaatkan kapibara untuk diambil daging dan kulitnya.

Namun, populasi kapibara secara umum masih stabil dan mereka tidak termasuk dalam kategori hewan yang terancam punah.

Hal ini dikarenakan kapibara mampu berkembang biak dengan cepat, menjaga keberlangsungan spesiesnya di alam liar.

Kapibara, dengan segala keunikan dan pesonanya, terus menjadi salah satu hewan yang menarik perhatian baik di habitat aslinya maupun di seluruh dunia.

Keberadaannya yang santai, ramah, dan adaptif membuat kapibara layak mendapatkan tempat khusus dalam hati banyak orang yang mengenalnya.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#hewan #kapibara #hewan asli Amerika Selatan #Mengenal Hewan Pengerat Terbesar