RADAR MALIOBORO – Mencari pekerjaan saat ini semakin mudah berkat adanya internet. Namun, penipuan melalui lowongan pekerjaan semakin marak terjadi, mengancam banyak pencari pekerja yang ingin mendapatkan pekerjaan dengan cara yang jujur.
Sebelum kamu menjadi korban lowongan palsu, yuk waspada dan kenali ciri-ciri lowongan kerja palsu berikut ini ;
1. Tawran Gaji Terlalu Menggiurkan
Salah satu ciri utama dari lowongan kerja palsu adalah tawaran gaji yang terlalu bagus, untuk suatu posisi yang lebih dari standar industry dengan persyaratan yang sangat mudah dan tidak masuk akal.
Dalam lowongan mencantumkan gaji yang menggiurkan di atas UMR tidak lupa dengan bonus dan banyak tunjangan. Gaji yang dicantuk berkisar 7-10 juga untuk satu posisi. Perlu diketahui juga, biasanya Perusahaan-perusahaan seperti Unilever, Chevron, atau Perusahaan BUMN lainya, sangat jarang mencantumkan gaji secara terang-terangan.
2. Email dan Website Tidak Profesional
Perusahaan yang sah biasanya menggunakan domain email yang resmi misalnya, nama_perusahaan.com dan memiliki situs web yang professional dan informatif. Jika kamu mendapatkan undangan wawancara melalui email harap diperhatikan Alamat email pengirim. Jika Alamat email berbasis gratisan missal @gmail, @yahoo, @hotmail, sebaiknya tidak perlu menanggapi email tersebut
Perhatikan struktur website Perusahaan, biasanya Perusahaan resmi menggunakan akhiran .com atau .co.id, berbeda dengan situs lowongan kerja palsu yang menggunakan situs gratis seperti Blogspot, WordPress, Webbly. Situs lowongan kerja palsu memiliki tampilan yang tidak rapih dan berwarna warni, berbeda dengan website resmi, tampilannya pasti rapih dan terstruktur.
3. Alamat Kantor Tidak Jelas
Modus lainnya adalah Alamat kantor dan Alamat interview berbeda, misalnya Alamat kantor di Condong Catur, Namun kamu diminta datang interview di Catur Tunggal. Alamat lowongan kerja palsu biasanya menggunakan Alamat kantor Perusahaan lain dan keberadaanya tidak jelas.
Untuk membuktikan kebenaran pada alamt tersebut, sebaiknya kamu gunakan Google Maps untuk membantu kroscek, jika benar itu alamat resmi atau Alamat palsu
4. Meminta Informasi Pribadi yang Sensitif
Hati-hati dengan lowongan kerja yang meminta informasi yang sensitive seperti nomor rekening bank, nomor KTP, atau data pribadi lainnya di awal proses pendaftaran. Perusahaan yang sah biasanya tidak akan meminta informasi seperti itu sampai proses rekrutmen lebih lanjut dan setelah kamu resmi menjadi karyawan.
5. Persyaratan yang Terlalu Mudah dan Umum
Persyaratan menjadi hal pneting saat Perusahaan membuka lowongan. Lowongan resmi akan menuliskan persyaratan dengan detail, mulai dari kualifikasi Pendidikan spesifik, uisa, keahlian, pengalama kerja, dan lainnya.
Modus lowongan kerja palsu biasanya mencantumkan persyaratan yang sangat umum, seakan semua orang bisa melamar dengan sangat mudah. Jika kamu mendapatkan lowongan pekerjaan dengan persyaratan seperti poin-poin dibawah ini kamu patut untuk curiga.
Pendidikan SMK Jurusan Apa Saja
a. Usia Min. 18thn
b. Domisili Jakarta dan Sekitarnya
c. Tidak Wajib Memiliki Pengalaman Sebelumnya
Dengan mengenali ciri-ciri penipuan lowongan kerja, kamu dapat menghindari kerugian dan memastikan proses pencarian pekerjaan kamu berjalan denga naman dan efektif.
(Windu Fitri Yansi)
Editor : Iwa Ikhwanudin