Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Klitih Jogja, Fakta Menarik tentang Fenomena Sosial yang Mengundang Keprihatinan

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 11 September 2024 | 07:23 WIB
Ilustrasi klitih Sumber : Univeristas Airlanga
Ilustrasi klitih Sumber : Univeristas Airlanga

RADAR MALIOBORO - Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, namun julukan itu tergantikan dengan adanya isu Klitih.

Maraknya pelaku Klitih menjadikan nama kota Jogja tercemar dan menjadikan salah satu kota waspada terhadap kejahatan.

Baru-baru ini Kembali aksi kejahatan Klitih di Yogyakarta yag meresahkan penguna jalan lainya.

Dalam pesan yang di unggah akun X (Twitter) @Merapi_uncover, Minggu (08/9/2024) mengucapkan belasungkawan bagi korban Klitih yang terjadi di Jalan Seyegan, Godean Sleman.

"Nderek Belo Sungkowo kagem korban yang diduga dioyak Klitih tadi malam di Jalan Seyegan Godean Sleman, dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan kesabaran" tulis akun tersebut.

Fenomena Klitih sudah ada sekitar tahun 1990-an, yang saat itu pihak kepolisian telah memiliki informasi akurat seputar geng remaja dan sekelompok anak muda yang melakukan kejahatan.

Klitih sendiri merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang kerap terjadi di Jogja, khususnya di daerah yang sepi.

Klitih sering melibatkan sekelompok remaja yang melakukan kekerasan terhadap orang yang dianggap sebagai target mereka.

Mayoritas pelaku Klitih merupakan pelajar SMA keatas atau biasa disebut para remaja, yang terpengaruh minuman keras atau narkotika jenis pil saat melakukan aksi.

Fenomena yang merupakan gejala negative bagi dunia Pendidikan karena rasa kekhawatiran selalu muncul dan mengelisahkan.

Banyak faktor penyebab Klitih terjadi yaitu pengaruh teman sebaya dan kurangnya perhatian dari keluarga, termasuk pengaruh lingkungan sosial, kurangnya Pendidikan dan pekerjaan serta ketidakpuasaan pribadi diri kalangan remaja.

Klitih sendiri adalah bentuk anarkisme yang dilakukan oleh sekelompok remaja dengan benda tajam seperti samurai, pedang, atau pisau.

Klitih berbeda dengan begal, jika pelaku begal bertujuan untuk merampas barang-barang korban, pelaku klitih hanya ingin menunjukan bahwa dia bisa "mencelakai orang lain" hal tersebut diibaratkan sebagai "pencapaian" bagi para pelaku.

Fenomena klitih menjadi salah satu keresahan yang terakumulasi membentuk perasaan tidak aman bagi masyarakat setempat, terlebih saat berita klitih terbru seperti yang sudah disinggung diatas sampai menewaskan korban jiwa.

sasaran pelaku Klitih yang masih tidak jelas kriterianya semakin menambah keresahaan masyarakat yang mana menunjukan bahwa siapapun kemungkinan akan menjadi korban dari aksi yang merugikan itu.

Fenomena Klitih adalah masalah sosial yang mengundang perhatian dari berbagai pihak, yang berdampak pada pemaknaan yang negative terhadap kasus Klitih yang masih terus terjadi.

(Windu Fitri Yansi)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#fenomena #sleman #klitih #kota pelajar #jogja