Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

September dan Lagu Ikonik Green Day: Fakta Mengejutkan tentang Wake Me Up When September Ends yang Jarang Kamu Tahu

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 11 September 2024 | 07:56 WIB
pinterest @Sabrina Vorpahl
pinterest @Sabrina Vorpahl

RADAR MALIOBORO - Siapa sih yang nggak kenal sama lagunya Green Day yang satu ini? "Wake Me Up When September Ends"udah kayak anthem wajib setiap kali bulan September datang. Lagu yang dibalut melodi mellow dan lirik sendu ini sering banget jadi soundtrack galau. Tapi, kamu tau nggak? Ada beberapa fakta di balik lagu ini yang mungkin belum banyak orang tau. Nah, kita bakal bahas nih hal-hal seru tentang lagu ini yang jarang banget diomongin Let’s go!

1. Lagu Ini Bukan Soal September, Tapi Soal Kehilangan Ayah

Banyak orang yang ngira kalo lagu ini semata-mata tentang perasaan gloomy di bulan September. Padahal, Billie Joe Armstrong (vokalis Green Day) bikin lagu ini buat mengenang kematian ayahnya, Andy Armstrong, yang meninggal gara-gara kanker waktu Billie masih kecil, tepatnya umur 10 tahun. Makanya, lirik "like my father's come to pass" punya makna yang dalam banget buat dia. Billie selalu inget momen kehilangan itu setiap September datang, dan kesedihannya pun dituangkan dalam lagu ini.

2.Billie Joe Hampir Nggak Mau Rilis Lagu Ini

Saking personalnya, Billie Joe sebenernya sempet ragu buat rilis lagu ini. Dia ngerasa terlalu banyak kenangan pahit dan emosi yang tertuang di dalamnya. Bahkan, dia sempet bilang kalo lagu ini adalah salah satu karya yang paling emosional dan bikin dia merasa rentan. Tapi akhirnya, setelah diskusi panjang sama bandnya, dia mutusin buat tetap ngerilis lagu ini. Dan ternyata, keputusan itu ngebawa dampak besar buat karier Green Day.

3. Video Musiknya Bikin Banyak Orang Salah Paham

Kalo kamu nonton video musiknya, pasti kamu ngira kalo lagu ini nyeritain tentang perang atau hubungan cinta yang kandas gara-gara perpisahan. Video musiknya memang fokus ke kisah sepasang kekasih yang terpisah karena perang, dan ini bikin banyak fans mikir kalo lagunya tentang invasi Irak atau tragedi perang lainnya. Padahal sebenernya, video musik itu cuma interpretasi lain dari sutradara Samuel Bayer, yang pengen bawa pesan sosial tentang dampak perang pada anak muda, nggak ada hubungan langsung sama lirik lagunya.

4.Lagu yang Kembali Mengangkat Nama Green Day

Sebelum album 'American Idiot' rilis pada tahun 2004, Green Day sempet kehilangan pamor di kancah musik mainstream. Tapi, lewat lagu ini dan beberapa hits dari album yang sama, Green Day sukses comeback ke puncak tangga lagu dan jadi sorotan lagi. Bahkan, ‘Wake Me Up When September Ends’ jadi salah satu lagu paling sukses mereka sepanjang karier.

5. Banyak yang Salah Kaprah Soal Interpretasi Politik

Di masa perilisannya, lagu ini sering banget dipake di berbagai demonstrasi politik, terutama yang menentang Perang Irak dan pemerintahan George W. Bush. Banyak yang nganggep lirik lagunya relevan banget sama situasi politik waktu itu, meskipun Billie Joe sendiri bilang kalo lagu ini sebenernya nggak ditulis buat tujuan politik sama sekali. Tapi, ya gitu deh, lagu yang bagus kadang suka dipake orang buat hal-hal yang lebih luas dari niat awal penciptanya.

Baca Juga: Fakta Unik: Mengapa Kita Sering Mengantuk Saat Bersama Pasangan?

6. Wake Me Up When September Ends dan Tradisi Meme September

Meski lagunya penuh emosi, nggak bisa dipungkiri kalo di era internet sekarang, lagu ini malah sering banget jadi bahan meme setiap kali September datang. Setiap tahun, pasti ada aja meme yang ngejokes tentang “bangunin Billie Joe pas September berakhir.” Bahkan Billie Joe sendiri udah terbiasa sama meme itu dan cuma bisa ketawa-ketawa doang ngeliatnya.

7. Lagu Ini Selalu Jadi Pengingat Akan Kehilangan

Buat Billie Joe, lagu ini bukan cuma soal September yang sedih, tapi soal menghadapi kenyataan kehilangan orang yang kita sayang. Banyak orang yang ngaitin lagu ini sama pengalaman pribadi mereka—mulai dari kehilangan anggota keluarga sampai teman dekat. Makanya, lagu ini masih terus relevan, bahkan setelah hampir 20 tahun sejak pertama kali dirilis.


Jadi, kapan pun kamu denger "Wake Me Up When September Ends" lagi, ingatlah kalo lagu ini punya cerita yang lebih dalam daripada sekadar lirik galau di bulan September. Ini adalah kisah tentang kehilangan, kesedihan, dan kenangan yang nggak bisa dilupakan. Dan meskipun udah diputar jutaan kali, lagu ini tetap bisa bikin kita terhanyut, setiap kali.

Gimana? Siap dengerin lagi lagu ini di playlist
kamu bulan ini?

(Ndayu Fulandari)
dari berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#populer #lagu #Ikonik #green day