RADAR MALIOBORO - Penyanyi Fanny Soegi mengekspresikan kemarahannya di media sosial X pribadinya terkait band Soegi Bornean yang dianggap tidak jujur mengenai masalah royalti.
“Bayangin aja, lagu Asma ini yang kalian denger di mana2, penciptanya sampai minjem uang untuk bayar sekolah anaknya. Nominal dari royalti lagu ini nggak main2, setengah Milyar lebih ada, tapi justru orang2 yang nggak punya hak dapat paling banyak & nggak transparan,” ujar Fanny Soegi di akun X pribadinya.
Fanny Soegi Kembali menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap band Soegi Bornean terkait penggunaan nama “Soegi”, meskipun ia telah resmi keluar dari band tersebut.
Fanny mengungkapkan bahwa ia sempat diminta membayar sejumlah uang jika ingin tetap menggunakan nama “Soegi”.
“Aku masih inget banget ketika aku mau keluar dari Band itu dan dihadapkan orang2 HAKI, aku diharuskan membayar namaku sendiri yakni (Soegi) kalau aku keluar dengan entitas yang baru,” tambah Fanny Soegi.
Tak hanya itu Fanny mendapatkan tekanan semasa masih bergabung di Band Bornean. Contohnya tidak diizinkan absen ketika keluarganya tengah berkabung.
"Aku masih inget banget rasanya 7 harian ibuku, aku diharuskan tetap manggung dengan kata-kata menyakitkan," katanya.
Di saat kehilangan ibunya Fanny tetap harus manggung.
"Perlakuan kalian nggak akan aku lupakan se-umur hidup. Kalian laki-laki patriarki, korup, betah isin," kesalnya.
Hal ini menimbulkan reaksi banyak netizen, salah satunya akun X @Kay. Persoalan royalti perlu dilakukan tegas, agar tidak saling merugikan antar musisi.
Kay meminta musisi bersar maupun penyanyi yang terjun dalam parlemen agar memperjelas royalti dan ketidakadilan dalam hal ini.
"Tolong pakde dani, mas once artis-artis uyang lolos senayan. Segera perjelas masalah royalti ini. Ini baru yang terlihat fakta, masih banyak ketidakadilan dari sang pencipta lagu," tuturnya. (Ahmad Fatkhurohman)
Editor : Meitika Candra Lantiva