Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Alasan Mengapa Generasi Z Cenderung Menjadi Generasi Miskin

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 13 Oktober 2024 | 00:24 WIB
ilustrasi generasi Z
ilustrasi generasi Z

RADAR MALIOBORO - Generasi Z atau Gen Z merujuk pada kelompok orang yang lahir kira-kira antara tahun 1997 hingga 2010, meskipun batas tahun ini bisa sedikit berbeda tergantung pada sumbernya. Mereka adalah generasi yang tumbuh di era digital, dengan teknologi internet, media sosial, dan smartphone menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka.

Namun, generasi ini berpotensi menjadi generasi miskin karena adanya perkembangan dan pertumbuhan dari berbagai sektor.

Ada beberapa faktor yang berkontribusi pada kecenderungan Gen Z menghadapi tantangan ekonomi yang lebih besar, yang kadang-kadang membuat mereka tampak seperti generasi yang lebih "miskin" dibandingkan generasi sebelumnya. Berikut beberapa alasan utama:

1. Kenaikan Biaya Hidup: Biaya hidup, termasuk perumahan, pendidikan, dan kesehatan, telah meningkat lebih cepat daripada kenaikan pendapatan. Ini membuat Gen Z sulit untuk menabung atau membeli aset seperti rumah.
2. Utang Pendidikan: Banyak Gen Z yang menghadapi utang pendidikan yang signifikan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ini membatasi kemampuan mereka untuk menabung atau berinvestasi setelah mereka memasuki dunia kerja.
3. Pasar Kerja yang Kompetitif: Meskipun Gen Z umumnya lebih terdidik, mereka sering menghadapi pasar kerja yang sangat kompetitif dan volatil, terutama dengan adanya otomatisasi dan perkembangan teknologi yang mengubah industri tradisional.
4. Pandemi COVID-19: Pandemi mempengaruhi ekonomi global, mengurangi kesempatan kerja bagi Gen Z. Banyak yang menghadapi ketidakpastian ekonomi yang berkelanjutan karena pandemi, yang mengakibatkan hilangnya pekerjaan atau berkurangnya jam kerja.


5. Investasi yang Tidak Stabil: Gen Z cenderung lebih tertarik pada jenis investasi yang lebih berisiko, seperti kripto, yang bisa sangat fluktuatif dan tidak memberikan stabilitas finansial jangka panjang.
6. Kultur Konsumerisme: Gaya hidup modern yang digerakkan oleh teknologi, media sosial, dan tren konsumerisme membuat banyak Gen Z menghabiskan lebih banyak uang untuk barang-barang gaya hidup yang kurang esensial.
7. Ketidakstabilan Ekonomi Global: Gen Z tumbuh di era ketidakstabilan ekonomi global, seperti krisis ekonomi tahun 2008, yang mengubah lanskap keuangan dan mempengaruhi sikap terhadap stabilitas finansial.


Kombinasi dari faktor-faktor ini membuat banyak Gen Z menghadapi tantangan ekonomi yang berbeda dan sering kali lebih berat daripada generasi sebelumnya. (Dia Daiyanti)

Sumber : berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#generasi z #miskin #Gen Z #hidup #cenderung