RADAR MALIOBORO – Setiap tahun, 11 Oktober diperingati sebagai Hari Anak Perempuan Sedunia. Mari kita sama-sama mengangkat suara dan memperjuangkan hak-hak mereka. Mari kita berikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang hebat.
Di era digital saat ini, anak perempuan memiliki akses yang lebih luas ke informasi dan teknologi. Namun, kesenjangan digital masih m enjadi tantangan besar.
Hari Anak Perempuan Sedunia ini mengajak kita untuk mendorong kesetaraan gender dalam dunia digital, sehingga setiap anak perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan berkarya.
Sejarah Singkat Hari Anak Perempuan Sedunia :
Hari Anak Perempuan Sedunia pertama kali diperingati secara resmi pada tanggal 11 Oktober 20212. Penetapan tanggal ini sebagai hari khusus untuk anak perempuan merupakan hasil dari resolusi uang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2011.
Mengapa tanggal 11 Oktober menjadi pilihan? Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesabaran global tentang ketidaksetaraan gender yang masih sering dialami oleh anak perempuan di berbagai belahan dunia. Selain itu, perayaan ini juga bertujuan untukmendorong upaya-upaya untuk memenuhi hak-hak anak perempuan, seperti hak atas pendidikan, hak kesehatan, dan hak perlindungan dari kekerasan.
Akar sejarah Hari Anak Perempuan Sedunia adalah dapat dilacak hingga Konferensi Dunia tentang Peremouan Beijing pada tahun 1995. Dalam konferensi itu tersebut, isu-isu terkait hak-hak perempuan dan anak perempuan menjadi sorotan utama.
Apa sih tujuan untuk merayakan Hari Anak Perempuan Sedunia?
Tujuan utama dari perayaan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran mengenai tantangan yang dihadapi oleh anak perempuan di seluruh dunia, menggerakkan individu, komunitas, dan pemerintah untuk mengambil tindakan nyata dalam mendukung hak-hak anak perempuan, dan memperkuat serta memberikan ruang bagi anak perempuan untuk menyuarkan pendapat dan kebutuhan mereka.
Tantangan yang Dihadapi Anak Perempuan di Seluruh Dunia
Beberapa tantangan yang sering mereka hadapi antara lain :
1. Diskriminas Gender
• Akses Pendidikan
• Pekerjaan Rumah Tangga
• Pernikahan Dini
2. Kekerasan
• Kekerasan Seksual
• Kekerasan dalam Rumah Tangga
3. Kemiskinan
• Kurang Gizi
• Perdagangan Manusia
4. Perubahan Iklim
• Tanggung Jawab Tambahan
• Bencana Alam
5. Stereotipe Gender
• Batasan Peran
Dampak dari tantangan ini sangat luas mulai dari kesehatan fisik dan mental yang buruk hingga terbatasnya peluang untuk mencapao potensi penuh mereka. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, dan individu.
Dengan demikian, Hari Anak Perempuan Sedunia enjadi momentum penting bagi kita semua untuk berkomitmen dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan setara bagi semua anak, termasuk anak perempuan.
(Rati Perwasih)
Sumber : Berbagai sumber