RADAR MALIOBORO – Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Hal ini tercermin dalam banyaknya pondok pesantren yang tersebar di berbagai daerah. Beberapa kota bahkan mendapatkan julukan sebagai “Kota Santri” karena kekhasan dan pengaruh pesantren di dalamnya.
Sejak zaman wali songo, pondok pesantren telah menjadi jantung spiritualitas dan intelektualitas Islam di Nusantara. Lembaga pendidikan yang satu ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, namun juga nilai-nilai luhur kehidupan.
Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional yang para santrinya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai. Biasanya, para santri yang mengikuti pesantren akan menetap di asrama khusus.
Istilah Kota Santri menjadi semakin populer dengan munculnya lagu "Kota Santri" yang dinyanyikan oleh grup musik kasidah asal Semarang, Nasida Ria. Lagu ini pertama kali dirilis pada tahun 1982.
Berikut dibawah ini 8 Julukan Kota Santri di Indonesia
1. Kudus, Jawa Tengah
Kudus dikenal sebagai Kota Santri di Jawa Tengah dan memiliki objek wisata religi yang cukup masyhur. Daerah ini merupakan pusat perkembangan Islam pada abad pertengahan yang dibuktikan dengan adanya tiga makam wali di daerah ini, makam Sunan Kudus di Kompleks Masjid Menara Kudus, Sunan Muria dan Syaikh Syadzili. Alasan lain mengapa Kota Kretek ini dijuluki Kota Santri karena keberadaan Pesantren Yanbu’ul Qur’an yang dikenal memiliki banyak santri. Pondok Tahfidz yang berdiri pada Tahun 1970 ini telah memiliki 8 cabang dengan lokasi dan pengasuh yang berbeda.
2. Kendal, Jawa Tengah
Kota bersemboyan Kendal Beribadat ini memang dikenal akan pesantrennya terutama yang ada di wilayah Kaliwungu. Sebut saja Pesantren Darul Arqom, juga pesantren lainnya Al Fadhlu wal Fadhilah serta pesantren lainnya yang tumbuh dan berkembang di Kendal. Kendal berada di jalur Pantura Jawa Tengah.
3. Gresik, Jawa Timur
Gresik disebut dengan Kota Santri karena keberadaan pondok-pondok pesantren dan sekolah yang bernuansa Islami, yaitu Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah hingga Perguruan Tinggi yang cukup banyak di kota ini. Gresik juga dikenal sebagai penghasil kerajinan bernuansa Islam seperti kopyah, sarung, mukenah, sorban dan lain-lain. Di Gresik terdapat sekitar 94 pondok pesantren. Total santrinya berjumlah kurang lebih 23.551 santri.
4. Jombang, Jawa Timur
Sejak dulu Jombang juga terkenal sebagai Kota Santri karena daerah ini memiliki banyak pondok pesantren. Salah satunya yang terkenal adalah Pondok Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh tokoh ulama KH Hasyim Asyari. Terdapat pula beberapa cendekiawan muslim yang lahir dan menimba ilmu di daerah ini, di antaranya Emha Ainun Najib dan Nurcholis Majid.
5. Pasuruan, Jawa Timur
Pasuruan dikenal sebagai wilayah cukup strategis karena menjadi penghubung antara Surabaya, Banyuwangi, dan Bali. Daerah ini memiliki banyak pondok pesantren sehingga dijuluki Kota Santri. Menurut data dari Kemenag tahun 2019, terdapat 189 pondok pesantren di Pasuruan. Salah satunya Pondok Pesantren Sidogiri yang tercatat sebagai pondok pesantren tertua di Indonesia berdiri pada Tahun 1745.
Baca Juga: Inilah 5 Alasan Kenapa Harus Konsumsi Nanas Setiap Hari
6. Cirebon, Jawa Barat
Cirebon dikenal sebagai pusat penyebaran Islam di bagian Barat Pulau Jawa. Tak heran jika Cirebon sering diujuluki Kota Santri. Daerah ini memiliki sejarah panjang terkait keberadaan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. Beberapa pesantren terkenal terdapat di Kota Cirebon Jawa Barat di antaranya Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin. Kini telah berdiri juga Pesantren Al-Bahjah yang terkenal dengan pengasuhnya Buya Yahya.
7. Sukabumi, Jawa Barat
Kota Santri di salah satu kota di Jawa Barat ini diperkuat dengan Tugu Asmaul Husna yang terletak di tengah kota. Selain memiliki banyak pesantren terdapatnya aturan untuk siswa Sekolah Dasar perlu menamatkan Madrasah Diniyah yang biasa dilakukan sepulang sekolah umum juga membuat identitas agama yang kuat pada kota ini.
8. Serang, Banten
Jika menyusuri jalan-jalan di Kota Serang Banten, kita akan bertemu dengan para perempuannya mengenakan kerudung. Di kota ini terdapat sedikitnya 121 pesantren dengan berbagai tipe. Selain Serang, beberapa kota dan kabupaten di Banten juga memiliki banyak pesantren. Di antaranya, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang.
Mengapa disebut Kota Santri :
Sebuah kota disebut sebagai Kota Santri karena beberapa alasan yaitu adanya banyak pesantren menunjukkan bahwa kota tersebut memiliki tradisi keagamaan yang kuat. Pesantren tidak hanya mejadi tempat belajar agama, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya masyarakat serta banyak tokoh agama besar yang lahir dan membesar di kota-kota santi.
Kota-kota santri di Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai agama dan budaya Islam. Keberadaan kota-kota ini juga menjadi dya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat tentang Islam di Indonesia.
(Rati Perwasih)
Sumber : Berbagai sumber