RADAR MALIOBORO - Lipa songket adalah kain tradisional dari suku Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang biasanya digunakan sebagai sarung oleh masyarakat setempat, terutama pada acara-acara adat atau upacara penting. Lipa dalam bahasa Manggarai berarti "sarung," sedangkan songket mengacu pada teknik menenun kain dengan benang emas atau perak yang biasanya membentuk motif-motif tertentu.
Lipa songket Manggarai umumnya dibuat dengan alat tenun tradisional dan menggunakan bahan alami. Motif-motif yang ditenun ke dalam kain lipa songket memiliki makna simbolis, seringkali mencerminkan alam, kehidupan sosial, dan budaya masyarakat Manggarai. Warna-warna yang dominan dalam lipa songket biasanya adalah warna-warna cerah, seperti merah, hijau,jingga, dan hitam, yang memiliki makna penting dalam adat dan kepercayaan lokal.
Lipa songket tidak hanya digunakan sebagai pakaian, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan spiritual dalam upacara adat seperti pernikahan, kematian, dan ritual keagamaan. Kain ini juga menjadi lambang status sosial di kalangan masyarakat Manggarai.
Tenun songket Manggarai merupakan salah satu warisan budaya tradisional. Tenun Manggarai dikenal dengan motifnya yang khas, menggambarkan kearifan lokal, alam, dan simbol-simbol spiritual yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Manggarai.
Keunikan dari tenun Manggarai terletak pada cara pembuatannya yang masih menggunakan teknik tradisional, yaitu menenun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Benang yang digunakan biasanya terbuat dari serat alami dan diwarnai dengan pewarna alami, yang menjadikan proses pembuatannya memakan waktu dan sangat bernilai. Motif-motif yang sering ditemukan dalam tenun Manggarai termasuk bentuk geometris, flora, dan fauna yang melambangkan kekayaan alam dan filosofi hidup masyarakat setempat.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia telah menetapkan sebanyak 33 jenis kain tradisional sebagai warisan budaya. Batik salah satunya yang sudah popular hingga di level mancanegara.
Namun yang tidak kalah populernya adalah adanya kain songket, tenun, ulos dan beberapa jenis kain langka yang sudah sulit ditemui.
Berbicara soal kain tenun, Nusa Tenggara Timur salah satunya memiliki banyak ragam tenun ikat. Salah satunya adalah Songke. Songke adalah tenun khas masyarakat Manggarai yang berdiam di sisi barat Pulau Flores. Kain tenun ini wajib dikenakan saat acara-acara adat.
(Dia Daiyanti)
Sumber: berbagai sumber