Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT: Ribuan Orang Mengungsi, Sepuluh Korban Jiwa

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 5 November 2024 | 20:32 WIB
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT.

RADAR MALIOBORO – Senin dini hari, 4 November 2024, Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus hebat.

Letusan ini terjadi sejak Minggu malam, 3 November 2024, pukul 23.27 WITA dan berlangsung selama sekitar 1.450 detik.

Akibatnya, lebih dari sepuluh desa di tiga kecamatan mengalami dampak langsung.


Laporan dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa letusan ini membawa status awas (level IV) bagi gunung yang berketinggian 1.584 mdpl tersebut.

Material vulkanik yang dimuntahkan menyebabkan kerusakan besar di Kecamatan Wulanggitang, Ile Bura, dan Titehena.

Beberapa desa di kecamatan ini serta kecamatan lain yang terdampak antara lain yaitu Hokeng Jaya, Pululera, Klatanlo, Nawakote, Boru, Boru Kedang, Dulipali, Nobo, Nurabelem, Riang Rita, serta Kong.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Fredy Moat Aeng, melaporkan sepuluh warga tewas dalam bencana ini yang terdiri dari enam pria dan empat perempuan.

Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa batu berukuran besar yang menghancurkan bangunan.

Enam korban laki-laki tersebut berasal dari Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang. Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di bawah puing-puing bangunan.


Lebih dari 10.000 warga tepatnya 10.295 warga yang terdiri dari 2.734 kepala keluarga yang mengungsi ke tempat aman, dengan sekolah-sekolah dan tenda darurat disediakan sebagai tempat perlindungan sementara.

Banyak dari pengungsi berasal dari Desa Dulipali dan Lewolaga. Selain korban jiwa, letusan ini juga menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka dan sejumlah bangunan terbakar.


Sebagai langkah tanggap darurat, pemerintah daerah menetapkan status darurat bencana selama 58 hari yaitu dari 4 November 2024 hingga 31 Desember 2024.

Bandara-bandara di Pulau Flores juga ditutup sementara.

Bandara-bandara tersebut yaitu Bandara H Hasan Aroeboesman, Bandara Soa Bajawa, Bandara Gewayantana Latantuka, serta Bandara Frans Seda Maumere.


Sampai saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah masih terus memantau potensi banjir lahar yang mengancam beberapa desa di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi. (Isti Nurul Hidayah)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi #ntt #evakuasi #Gunung Lewotobi Laki Laki #badan penanggulangan bencana daerah #meletus #gunung #korban jiwa #orang #Ribuan #erupsi #dampak #mengungsi