Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Anita Jacoba Gah: Politikus Demokrat yang Dihujat Netizen Usai Kontroversi Pernyataan tentang Atlet Sepak bola

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 5 November 2024 | 23:05 WIB
foto anita jacoba gah di pelantikan anggota DPR, DPD dan MPR Republik Indonesia.
foto anita jacoba gah di pelantikan anggota DPR, DPD dan MPR Republik Indonesia.

RADAR MALIOBORO - Nama Anita Jacoba Gah, anggota Komisi X DPR RI dari Partai Demokrat, kini menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam rapat resmi mengenai atlet sepakbola Indonesia menuai hujatan dari netizen, khususnya para penggemar sepakbola Tanah Air.

Pernyataan yang dilontarkan oleh Anita dalam rapat tersebut langsung memicu kontroversi besar di media sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Anita mengungkapkan harapannya agar program naturalisasi pemain sepak bola asing tidak lagi dilanjutkan.

“Saya berharap bahwa semoga ini yang terakhir, karena kita tidak miskin atlet, siapa bilang kita miskin? Kita banyak atlet, kenapa kita ambil atlet dari luar terus? apalagi saya dari Nusa Tenggara Timur disana gudang atlet pak," ujarnya dalam rapat yang membahas tentang pembinaan olahraga di Indonesia, khususnya sepakbola.


Pernyataan tersebut langsung mendapat respon keras dari banyak pihak, terutama para penggemar sepak bola di Indonesia yang merasa bahwa pandangan Anita tidak mencerminkan pemahaman yang memadai tentang kondisi sepakbola nasional.


Banyak yang menilai bahwa pernyataan itu tidak mempertimbangkan fakta bahwa beberapa pemain yang dinaturalisasi memiliki darah keturunan Indonesia, dan bahwa mereka bisa memperkuat timnas dengan kualitas yang sudah terbukti di level internasional.


Hujatan di Media Sosial

Reaksi negatif datang deras, terutama di platform Instagram. Di akun resmi Anita Jacoba Gah (@anitajacobagah_ajg), berbagai komentar hujatan dan kritik membanjiri kolom komentar.


Salah satu komentar yang cukup viral datang dari akun @Bayuromantis_.

Akun tersebut mempertanyakan pernyataan tersebut dengan mengatakan, 
“Mewakili rakyat Indonesia yang mana, Bu? Pliss jangan ngomongin sepakbola Bu kalau nggak ngerti,” ungkap akun tersebut.

Komentar tersebut mendapat banyak dukungan dari netizen lainnya yang merasa bahwa Anita tidak memahami dinamika dan kebutuhan timnas Indonesia.

Baca Juga: Pergi ke Banyuwangi Dapet Apa? 3 Wisata Ikonik Ini Bisa Jadi Pilihanmu!


Tidak sedikit pula yang mengkritik pernyataan Anita sebagai bentuk ketidaktahuan terhadap usaha keras yang dilakukan oleh federasi sepakbola Indonesia dalam meningkatkan kualitas tim nasional, termasuk melalui proses naturalisasi.


Netizen lainnya juga memberikan komentar bernada sinis seperti @nurjaman_14.  

“Bu ibu kalo Ntt gudang atlet minimal juara PON lah bu!!!,” kesalnya.


Ada pula yang mempertanyakan latar belakang dan pemahaman Anita terhadap perkembangan olahraga.

“Semoga ini jadi periode terakhir kamu di parlemen buat orang” di dapilnya skip ajaa jangan mau sama yang caper kayak gini," ujar akun @fajarmahardika. 


Pernyataan Anita mengenai "atlet asing" dalam sepakbola Indonesia memang menjadi kontroversi.

Mengingat proses naturalisasi yang sudah dilakukan oleh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) bertujuan untuk meningkatkan kualitas timnas Indonesia.


Para pemain yang dinaturalisasi sering kali memiliki keturunan Indonesia, yang diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sepakbola nasional.

Beberapa pemain naturalisasi, seperti Stefano Lilipaly , Marc Klok, dan Ilija Spasojević telah menunjukkan kualitas yang baik di lapangan dan dianggap memberikan nilai tambah bagi timnas Indonesia.


Proses naturalisasi yang dilakukan PSSI juga mempertimbangkan faktor darah keturunan, sehingga banyak pihak yang melihat ini sebagai upaya untuk memperkuat timnas tanpa mengabaikan identitas Indonesia.


Namun, meski demikian, pernyataan Anita yang seolah menganggap bahwa Indonesia tidak membutuhkan pemain asing, memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat.


Banyak yang merasa bahwa naturalisasi justru memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memiliki timnas yang lebih kompetitif di tingkat internasional.


Kritik keras terhadap pernyataan Anita ini tidak hanya datang dari penggemar sepakbola, tetapi juga dari sebagian kalangan yang menilai bahwa politikus seharusnya lebih hati-hati dalam berbicara mengenai isu yang tidak mereka kuasai.


Tentu saja, hujatan di media sosial ini berpotensi memengaruhi reputasi Anita, terutama di kalangan pemilih muda yang sangat terhubung dengan dunia olahraga.


Anita, yang merupakan anggota DPR dari Komisi X yang membidangi bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda, dan olahraga, seharusnya lebih memahami bahwa sepakbola adalah bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia.


Terlepas dari perbedaan pendapat, politisi seperti Anita seharusnya lebih mendalam dalam memahami isu-isu yang memiliki dampak langsung pada masyarakat, terlebih pada sektor olahraga yang memiliki basis penggemar yang besar dan setia.


Menanggapi hujatan tersebut, Anita belum memberikan klarifikasi resmi atau permintaan maaf.

Hingga berita ini diturunkan, politisi Demokrat itu masih belum berkomentar lebih lanjut mengenai pernyataan yang telah menimbulkan polemik di kalangan publik.


Sementara itu, penggemar sepakbola Indonesia berharap agar politisi lebih bijak dalam berbicara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan olahraga, terutama sepakbola yang memiliki banyak pengikut di Indonesia.


Mereka juga menekankan pentingnya pemahaman yang lebih dalam mengenai dinamika sepakbola nasional agar tidak ada kesalahpahaman atau pernyataan yang justru memperkeruh keadaan.


Dengan semakin intensnya perdebatan tentang topik ini, publik menantikan apakah Anita Jacoba Gah akan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait pernyataannya dan bagaimana ia akan merespons hujatan yang datang dari berbagai kalangan netizen. (Bintang Agung Bakti Pratama)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Pernyataan tentang Atlet Sepakbola #kontroversi #Anita Jacoba Gah #dihujat netizen #anggota komisi x dpr ri #politikus demokrat #naturalisasi pemain sepak bola