Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Info Warmindo: Kuliner dengan Harga Terjangkau di Jogja ala Mahasiswa, Berikut Sejarahnya yang Menarik

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 8 November 2024 | 11:34 WIB
ilustrasi Warmindo (pinterest)
ilustrasi Warmindo (pinterest)

RADAR MALIOBORO - Dinginnya hujan akan nikmat apabila ditemani sebungkus mie instan dengan kuah hangat.

Bagi masyarakat Yogyakarta, sudah tidak asing lagi dengan istilah warung indomie atau disebut Warmindo.

Kuliner terjangkau yang mengenyangkan perut, akrab dengan berbagai kalangan mahasiswa yang senang begadang hingga subuh untuk menyelesaikan tugas kuliah sampai alternatif pilihan di saat masa tenggang dompet tipis.

Anak-anak muda Yogyakarta pastinya tidak asing dengan warmindo.

Warung sederhana yang dengan ciri khas Indomie dan Bubur Kacang Hijau.

Kita dapat menemukan warmindo dengan mudah, biasanya berada di pinggir jalan dekat gang-gang kos, serta tak jauh dari instansi perguruan tinggi.

Misalnya Karangmalang, Kabupaten Sleman tidak jauh dari Fakultas Bahasa Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Sebagai fakultas tempat muda-mudi menggeluti seni, tidak jarang mengharuskan begadang dan di sela-sela waktu tersebut akan digunakan untuk mampir ke Warmindo, sekadar membeli kopi atau mengisi perut dengan mie.

Awal mulanya Warmindo berasal dari daerah Kuningan Jawa Barat.

Warmindo merupakan perkembangan dari Warung Burjo atau warung bubur kacang hijau yang banyak dijual di Yogyakarta.

Perkembangan tersebut tampak dari menu makanan yang dijual.

Jika dulu hanya menjual bubur kacang hijau, sekarang lebih bervariasi dengan olahan dasar mie instan, gorengan, hingga nasi dan lauk pauk yang dijual dengan harga terjangkau.

Perkembangan ini juga turut serta dipelopori oleh Indofood yang pada tahun 1980-an mulai mengenalkan produknya, yaitu mie instan ke warung bubur kacang hijau.

Dengan demikian Warung yang identik dengan Burjo berkembang menjadi Warmindo.

Menariknya, Warmindo yang berasal dari Kuningan justru saat ini sukar ditemukan di daerah tersebut.

Awal kemunculannya yang berasal dari Jawa Barat membuat penjual di Warmindo adalah seorang aa atau teteh. *

(Marina Juliana)

SUMBER:
Amartha

Editor : Iwa Ikhwanudin
#indomie #Warmindo #warung #anak kost