RADAR MALIOBORO - Keputusan melangkah dari lamaran ke pernikahan sering kali menimbulkan pertanyaan mengenai jarak waktu yang ideal.
Bagi sebagian pasangan, waktu ini menjadi penentu untuk lebih mengenal satu sama lain, mempersiapkan kebutuhan pernikahan, dan memantapkan diri.
Namun, seberapa panjang sebaiknya waktu yang diambil sebelum akhirnya mengucap janji setia di altar?
Psikolog pernikahan mengungkapkan bahwa jarak antara lamaran dan pernikahan dapat bervariasi tergantung kesiapan setiap pasangan.
Umumnya, waktu yang ideal berada dalam rentang enam bulan hingga satu tahun.
Rentang waktu ini dianggap cukup untuk merencanakan acara pernikahan yang matang, menyusun keuangan, dan menghindari tekanan yang berlebihan.
Studi menunjukkan bahwa waktu enam bulan hingga satu tahun juga memberi ruang bagi pasangan untuk melakukan persiapan mental dan emosional yang diperlukan.
Terlalu singkatnya waktu antara lamaran dan pernikahan bisa menyebabkan persiapan yang terburu-buru, sehingga berdampak pada meningkatnya tingkat stres.
Sebaliknya, jika jeda terlalu panjang, beberapa pasangan mungkin merasa ragu atau justru menghadapi tantangan dalam mempertahankan komitmen mereka.
Selain itu, budaya dan tradisi turut berperan dalam menentukan jarak ideal antara lamaran dan pernikahan.
Di beberapa budaya, pernikahan sering kali segera dilaksanakan setelah lamaran.
Sementara di tempat lain, waktu yang lebih lama dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga serta kesempatan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil memang benar.
Dengan begitu, jarak ideal antara lamaran dan pernikahan sangat fleksibel dan harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan dari pasangan itu sendiri.
Yang terpenting adalah adanya komunikasi yang terbuka dan perencanaan yang baik, sehingga hari bahagia dapat dijalani dengan lancar dan penuh makna. ***
(Ndayu Fulandari) berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin