Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Candi Prambanan Bukan Simbol Romansa Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, Melainkan Tekat Rakai Pikatan Untuk Menandingi Candi Borobudur

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 15 November 2024 | 02:52 WIB
Candi Prambanan di Sore Hari.  (Pinterest)
Candi Prambanan di Sore Hari. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar dan termegah di Indonesia yang pembangunannya dimulai oleh Rakai Pikatan sekitar tahun 850 Masehi.

Dan pembangunannya diteruskan oleh pemimpin berikutnya dari Kerajaan Medang atau lazim disebut Kerajaan Mataram Kuno, yaitu Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu.

Tujuan pembangunan Candi Prambanan adalah untuk memuliakan Dewa Siwa.

Hal ini tertulis di Prasasti Siwagrha dan nama asli dari candi ini adalah Siwagrha yang diambil dari bahasa sansekerta Shiva-gra.

Yang berarti ‘Rumah Siwa atau Siwalaya yang berarti ‘Ranah Siwa’ atau ‘Alam Siwa’.

Pembangunan Candi Prambanan dilakukan secara berkala oleh raja-raja Medang atau Mataram berikutnya dengan membangun ratusan candi-candi tambahan di sekitar candi utama.

Hal ini melahirkan kompleks candi yang megah, sehingga membuatnya menjadi candi agung kerajaan Medang atau Mataram sebagai latar tempat berbagai upacara penting kerajaan.

Melalui pembangunan ini membuat Candi Prambanan berhasil bersaing dengan Candi Buddha Borobudur dan Candi Sewu yang berada tak jauh dari Prambanan.

Hal ini adalah tujuan pembangunan Candi Prambanan oleh Rakai Pikatan sekaligus menandai kembalinya kekuasaan keluarga Sanjaya atas Jawa.

Sebelum dikenal sebagai Situs Warisan Dunia dan dilindungi oleh UNESCO, Candi Prambanan sempat ditelantarkan.

Hal ini disebabkan adanya perpindahan ibu kota kerajaan ke Jawa Timur oleh Mpu Sendok, yang memulai awal runtuh dan rusaknya candi secara perlahan.

Pindahnya ibu kota kerajaan sendiri diduga dikarenakan terjadinya letusan hebat Gunung Merapi yang menjulang sekitar 20 KM di utara Candi Prambanan.

Serta penyebab lainnya karena peperangan dan perebutan kekuasaan.

Candi Prambanan diketahui pernah mengalami kerusakan hebat pada abad ke-16 yang disebabkan gempa bumi.

Meski demikian keberadaan Candi Prambanan tetap diketahui oleh warga Jawa.

Candi-candi dan Arca Durga dalam bangunan utama candi menjadi asal usul dongeng masyarakat Jawa yang menceritakan bahwa Candi Prambanan merupakan bukti legenda Roro Jonggrang.

Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Candi Prambanan tidak mengetahui sejarah dari candi tersebut.

Sehingga masyarakat yang cenderung imajinatif menciptakan dongeng lokal untuk menjelaskan asal-mula keberadaan candi tersebut.

Dongeng masyarakat menceritakan bahwa Candi Prambanan dibangun dalam satu malam oleh raja raksasa.

Yang dibantu ribuan jin dan makhluk halus demi memenuhi persyaratan kawin dari putri cantik bernama Roro Jonggrang.

Kemudian putri tersebut dikutuk menjadi salah satu arca untuk memenuhi syarat 1000 candi yang tidak berhasil diselesaikan.

Karena ayam mulai berkokok sebagai tanda matahari terbit.

Reruntuhan Candi Prambanan ditemukan oleh bangsawan Belanda, Ca. Lons pada tahun 1733.

Tapi pemugarannya dimulai pada tahun 1918 dan selesai pada tahun 1953, yang sekaligus diresmikan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Selain Candi Prambanan yang ternyata memiliki nama asli dari bahasa sansekerta, nama Prambanan sendiri berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri.

Prambanan diduga diambil dari dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahmana yang bermakna ‘Brahman Agung’ yaitu Barhaman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang kerap disamakan dengan konsep tuhan dalam agama Hindu.

(Marina Juliana; berbagai sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Romansa #roro jonggrang #bandung bondowoso #prambanan #simbol #candi