Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Baik untuk Gen Y dan Z?

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 15 November 2024 | 02:58 WIB
(ilustrasi kepemimpinan, pinterest)
(ilustrasi kepemimpinan, pinterest)

RADAR MALIOBORO - Di era yang semakin modern ini dunia kerja diramaikan oleh generasi Y (milenial) dan generasi Z.

Banyak yang mengatakan bahwa generasi Z dan Y merupakan kalangan yang sulit untuk diajak kerjasama dan kurang memiliki motivasi, cenderung gampang menyerah.

Mereka terbilang dekat dengan dunia digital dan sangat mungkin untuk lebih muda beradaptasi dengan zaman yang semakin modern, tapi hal ini justru menjadi salah satu faktor sikap kurang mengenakan tersebut.

Adapun pola asuh orang tua turut serta mempengaruhi sikap generasi T dan Z.

Dalam kepemimpinan, sikap tersebut tentunya tidak menguntungkan bagi suatu kelompok.

Namun ada cara kepemimpinan yang dapat memudahkan pemimpin untuk bekerjasama dengan generasi Y dan Z.

1. Budaya Organisasi

Memperkenalkan budaya organisasi yang baik akan memberikan ruang dan peluang bagi pemimpin agar dapat memberikan peranan penting dalam membentuk budaya kerja pada organisasi.

Contoh budaya kerja yang dapat kita terapkan adalah budaya kerja Kementerian Keuangan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 127 Tahun 2013, yang terdiri dari:

- Satu informasi setiap hari
- Dua menit sebelum jadwal
- Tiga salam setiap hari
- Rencanakan, kerjakan, monitoring, dan tindak lanjuti.
- RIngkas, rapi, resik, rawat, dan rajin

Mungkin penjabaran budaya kerja ini terkesan terlalu kaku.

Namun, pemaparan ini dapat menjadi gambaran sederhana bagaimana menciptakan suasana produktif dan menciptakan perilaku keseharian yang baik.

2. Etika Kerja

Menerapkan etika yang harus dijunjung tinggi dan dilaksanakan sebaik-baiknya.

Sebagai seorang pemimpin harus membuat seseorang mengikutinya dengan cara menerapkan sikap dan tujuan yang jelas.

Hal ini menjadi etika dasar dalam menjadi seorang pemimpin.

3. Brave Leadership

Konsep kepemimpinan disebutkan oleh George Bradt melalui konsep Brave Leadership yang mempunyai lima cara memimpin generasi milenial dan tidak jauh berbeda untuk diterapkan kepada generasi Z:

- Behavior artinya membuat hubungan yang akrab dan memberikan akses informasi seluas-luasnya.

- Relationship artinya menjadi pendengar dan memberikan feedback yang baik dan tepat.

- Attitude artinya mempercayai mereka untuk melakukan pekerjaan menantang.

- Values artinya membuat pekerjaan mereka lakukan memiliki value dan arti

- Environment artinya menciptakan lingkungan kerja tanpa sekat birokrasi yang rumit.

4. Kepemimpinan adaptif dan efektif

Kepemimpinan yang adaptif dan efektif juga menjadi salah satu elemen penting untuk menjadi pemimpin generasi Y dan Z.

Kepemimpinan ini adalah tipe kepemimpinan yang berani beda, mengakrabkan diri dengan yang dipimpin tanpa melihat status sebagai pemimpin, bersikap terbuka dan cenderung mendukung potensi secara personal, serta mampu memaksimalkan keunggulan yang dimiliki gen Y dan Z.

(Marina Juliana)

Sumber: Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Editor : Iwa Ikhwanudin
#generasi z #Gen Z #menjadi #pemimpin