Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sering Dialami oleh Penulis, Kenali Writer’s Block dan Cara Mengatasinya

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 17 November 2024 - 11:47 WIB
ilustrasi menulis (Pixabay)
ilustrasi menulis (Pixabay)

RADAR MALIOBORO - Ketika sedang atau akan menulis, rasa kebuntuan kadang menyerang. Hal ini membuat penulis seringkali mengalami stres atau kebingungan sehingga kehilangan kemampuan untuk menulis kemudian menjadi sulit untuk melanjutkan karya tulis. Kebuntuan ini dikenal writer’s block .

Writer’s block merupakan kondisi kesulitan untuk menulis bagi penulis baik sementara maupun permanen. Hal ini dialami semua profesi yang terlibat kepenulisan seperti jurnalis, content writer, penulis novel, sastrawan, copywriter, dan scripwriter . Kondisi ini wajar dialami oleh semua penulis baik pemula maupun profesional, sebab dalam menulis suatu karya dibutuhkan kreativitas. Kreativitas sendiri tidak selalu muncul begitu saja, terlebih dalam beberapa kasus, adanya pemenuhan kewajiban membuat tulisan dengan tenggat waktu tertentu.

Istilah writer’s block pertama kali diperkenal oleh seorang psioanalisis dari Amerika Serikat bernama Edmund Bergler dengan sebutan a neurotic inhibiton of productivity in creative writers. Melalui buku yang berjudul The writer and Pysychoanalysis , Bergler menjelaskan bahwa writer’s block merupakan salah satu bagian dari manifestasi “masokisme psikis” atau sabotase diri berupa keinganan mengalahkan kesadaran seorang kemudian menikmati kekalahan yang terbangun dengan sendirinya di bawah alam sadarnya.

Tanda penulis mengalami writer’s blok yang mudah dikenali adalah hilangnya semangat menulis. Seorang penulis yang terbiasa berkutat dengan kata-kata memandang menulis adalah kegiatan yang menyenangkan, namun ketika writer’s blok melanda kegiatan menulis menjadi kegiatan yang yidak lagi menyenangkan. Ketika Writer’s block , penulis akan mengalami kesulitan fokus dalam menulis dan cenderung mudah terdistraksi di luar kepenulisan seperti handphone. Tak jarang, penulis akan merasa kehilangan ide sebab merasa semua ide yang lewat di otak tidak dapat terealisasikan atau tertuang ke dalam tulisan hingga berakhir stres yang yang berujung.

Penyebab terjadinya writer’s block pun bermacam-macam. Pertama adalah perasaan takut, di mana penulis mengalami ketakutan terhadap penilaian buruk terhadap tulisan yang akan mereka tuangkan yang nanti yang belum diterimanya. Sejalan dengan perasaan takut, rasa takut itu membuat seorang penulis menjadi perfeksionis atau menargetkan standar yang lebih tinggi untuk karya tulis sendiri sehingga menjadi penghambat dalam menulis. Penulis yang perfeksionis pun secara tak sadar mengkritik dirinya sendiri dengan membandingkan tulisannya dengan karya penulis lain atau karya sebelumnya. Jika untuk inspriasi atau belajar, tidak masalah, namun jika terlalu sering membandingkan hanya akan membuat penulis menjadi tidak percaya diri.

Selain itu, tekanan eksternal pun juga menjadi faktor di samping tekanan berasa dari internal atau diri sendiri, terlebih bagi yang menjadikan penulis sebagai mata pencaharian utama yang dituntut untuk membuat tulisan sesuai dengan standar suatru perusahaan atau pembaca.

Lalu, bagaimana mengatasi writer’s block ini agar tidak semakin berlarut-larut hingga mengganggu kinerja kepenulisan, berikut tips untuk mengatasi kondisi tersebut :

1. Olahraga
Memang tidak ada hubungannya dengan kepenulisan, namun olahraga sangat membantu pikiran tubuh menjadi lebih bugar. Ketika tubuh bugar tentu disertai pikiran yang lebih jernih dan suasana hati yang lebih baik sehingga menjadi lebih produktif dalam melakukan sesuatu terutama menulis.

2. Mencari suasana baru
Rasa jenuh pun bisa menjadi faktor mengapa writer’s block melanda terlebih ketika menulis di tempat yang sama. Mencari tempat yang baru untuk menulis bukan mengusir rasa jenih tetapi juga mendapat inspirasi baru yang lebih segar.

3. Istirahat sejenak atau melakukan kegiatan lain selain menulis
Terkadang otak perlu istirahat digunakan untuk berpikir terutama mencari ide kemudian merealisasikannya. Oleh karena itu, disarankan mengambil waktu sebentar untuk istirahat dan melakukan kegiatan yang disukai selain menulis seperti jalan-jalan, mengambar, ataupun tidur sebentar.

4. Menulis Bebas
Solusi yang sederhana adalah menulis bebas, di mana penulis daoat menulis dengan bebas tanpa perlu mengubahnya. Tujuan menulsi bebas adalah membebaskan penulis untuk lebih menuangkan ide tanpa perlu terbebani hal yang lain. Dengan menulis bebas pun, segala ide yang terpendam dapat tercurahkan sekaligus menjadi acuan inspirasi yang baru.

5. Membaca
Membaca merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan menulis. Semakin banyak membaca maka wawasanmu semakin bertambah. Selain itu, dengan membaca pula dapat membuat sudut pandang dan kosakata semakin kaya hingga menimbulkan kreativitas untuk menulis kembali.

6. Berdiskusi
Berdiskusi dengan orang lain atau orang yang memiliki pengalaman yang sama bahkan menemukan sudut pandang dan wawasan baru sehingga penulis akan semakin terinpirasi dan termotivasi untuk menulis kembali.

7. Menyingkirkan hal-hal yang mengganggu atau Distraksi
Jika kamu akan menulis, usahakan untuk fokus apa yang hendak ditulis dan hindari sesuatu yang membuatmu beralih dari menulis seperti beremdia sosial, berbalas pesan dengan teman, dan lain-lain. Jikalau sudah selesai menulis atau waktu istirahat, kamu bisa mengakses media sosial atau apapun itu dengan tenang.

Itulah sejumlah penjelasan tentang writer’s blog dari pengertian, tanda-tanda, penyebab, dan cara untuk mengatasinya. Writer’s blog memang wajar terjadi pada penulis baik pemula maupun profesional, namun hendaklah jangan terlalu berlarut dan tidak salahnya mengambil waktu sejenak untuk istirahat atau melakukan hal yang lain agar otak lebih jernih. Selain itu, perlunya kepercayaan diri pada kemampuan dan hasil tulisan agar tidak terlalu membandingkan karya sendiri dengan karya orang lain, sebab setiap orang memiliki khas tersendiri dalam menciptakan tulisan. Selamat berkarya!

(Anastasia Srinovanda Cahyaningrum)

sumber: berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#writer block #Kenali #penulis #Dialami #Oleh