Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Tren Penghematan Ala Gen Z, Loud Budgeting, Begini Penjelasannya

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 17 November 2024 | 13:02 WIB
Ilustrasi Tren Penghematan Ala Gen Z, Loud Budgeting (Pixabay)
Ilustrasi Tren Penghematan Ala Gen Z, Loud Budgeting (Pixabay)

RADAR MALIOBORO -Selalu ada cara setiap orang untuk menghemat keuangannya dan selalu ada ide kreatif para anak muda Gen Z sehingga berbagai tren bermunculan. Bagaimana bila anak-anak muda Gen Z menciptakan tren mengelola keuangan? 

Loud Budgeting istilahnya, di mana keterbukaan terhadap orang sekitar ditekankan tentang kondisi dan priorotas finansialnya. Keterbukaan tentang kondisi dan prioritas keuangan dimaksud agar setiap orang memiliki ruang tanpa rasa takut dalam memutuskan pengeluaran sosial dan sesuai dengan target jangka panjang dari finansial mereka. 

Singkatnya, loud budgeting ini mendorong seseorang untuk lebih terbuka terkait finansialnya kepada orang lain sehingga dapat menerima maupun menolak pengeluaran sosial sesuai dengan prinsip pengelolan keuangannya sendiri. Tren ini muncul disebabkan beberapa orang sulit menolak ajakan bermain bersama, makan bersama, ataupun liburan yang tentu sangat berpengaruh terhadap keuangan. Dengan adanya loud budgeting yang menekankan keterbukaan finansial dapat membuat seseorang tanpa rasa tertekan atau bersalah menolak ajakan sosial yang dirasa terlalu banyak pengeluarannya sehingga memegang kendali penuh atas pengeluaran dan semakin menetapkan fokus pada tujuan keuangan yang lebih besar.

Tren metode ini bermunculan di berbagai media sosial, salah satunya Tik Tok hingga menginspirasi banyak orang untuk memilah mana yang merupakan kebutuhan dan keinginan, namun tetap dapat mengikuti kegiatan sosial yang dirasa penting atau tidak terlalu mengeluarkan uang banyak. Berikut sejumlah manfaat pengelolaan uang dengan metode loud budgeting:

1. Membantu dalam pengendalian penuh 

pengeluaran terkungkung tekanan sosial dan tidak malu ataupun merasa bersalah jika menolak

Loud budgeting membantu seseorang untuk lebih memahami apa yang menjadi prioritasnya terkait keuangannya. Bila telah mengetahui prioritasnya, seseorang akan semakin fokus pada tujuan jangka panjang finansialnya sehingga dapat mempertimbangkan secara matang kebutuhan baik berupa barang ataupun kegiatan tanpa mengalami tekanan sosial. Rasa gengsi maupun iri dapat berkurang karena kesadaran akan kebutuhan sehingga tidak mudah terpengaruh untuk mengikuti gaya hidup orang lain.

Selain itu, seseorang dapat menolak ajakan sosial yang dirasa tidak sesuai ataupun mengeluarkan banyak biaya tanpa perlu merasa malu. Hal ini membuat seseorang menjadi lebih percaya diri terhadap keputusan untuk berhemat jika harus absen mengikuti acara sosial karena terbuka tentang kondisi dan prioritas keuangan.

2. Hubungan yang terjalin menjadi lebih sehat

Metode ini menekankan keterbukaan seseorang secara jujur dalam komunikasi dengan orang terdekat seperti keluarga maupun teman tentang kondisi dan prioritas keuangan. Komunikasi yang terbuka mendorongnya rasa saling menghargai dan mendukung keputusan satu sama lain sehingga hubungan menjadi lebih positif dan nyaman dalam berbagi pengalaman maupun inspirasi tentang keuangan.

Baca Juga: Dikenal dengan Sejumlah Mistis, Inilah Manfaat Bunga Sedap Malam

3. Kesempatan berharga tidak Hilang meskipun memprioritas kesehatan finansial

Loud budgeting memang membuat seseorang berani berbicara tentang finansial, namun bukan berarti menolak semua acara sosial. Metode ini membantu dalam melakukan seleksi kegiatan yang dirasa penting atau berguna dan menyesuaikan anggaran. 

Selain itu, loud budgetting juga sebagai prinsip bagi seseorang untuk mengendalikan dirinya secara penuh dalam mempertimbangkan pengeluaran ketika sedang berada di acara sosial. Hal ini dapat membuat seseorang tetap mendapatkan kebutuhan sosial untuk bersosialisasi dengan orang lain sekaligus tetap dapat menabung.

4. Semakin kreatif dalam menentukan gaya hidup

Sejalan dengan memilah kebutuhan, loud budgeting membantu mempertimbangkan barang yang hendak dibeli bukan hanya berdasarkan butuh atau ingin, tetapi berdasarkan harga dan kualitas terutama bagi Gen Z yang peka terhadap citra serta penampilan. Contohnya terkait pakaian, dengan metode ini, seseorang akan mempertimbangkan pakaian seperti apa yang patut untuk dibeli, mencari informasi terkait diskon atau thrift store, mempertimbangkan kualitas bahan pakaian, sampai harga. Metode ini juga memberi sinyal untuk tidak membeli banyak pakaian meskipun harganya terjangkau.

Itulah sejumlah penjelasan tentang loud budgeting yang menjadi tren pengelolaan finansial di kalangan Gen Z. Namun, dalam menerapkan metode ini, perlunya pertimbangan yang sangat matang terkait prioritas seperti makanan, transportasi, dan tagihan. Selain itu, anggaran juga harus disusun secara rinci dan realistis berdasarkan pendapatan atau uang saku yang didapat. Hal yang terpenting adalah pertimbangkan komunikasi yang baik dan sopan ketika hendak menjelaskan atau menolak acara sosial dengan orang lain agar tidak ada perasaan saling menyinggung. 

(Anastasia Srinovanda Cahyaningrum)

sumber : berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gen Z #budgeting #keuangan #loud