RADAR MALIOBORO - Dopamin adalah salah satu hormon di dalam tubuh yang berfungsi sebagai pengantar pesan di antara sel saraf. Tidak jarang dopamin disebut sebagai pembawa pesan kimia. Tidak hanya itu dopamin juga disebut sebagai ‘hormon kebahagiaan’ karena dopamin sebagai zat kimia di otak yang dapat meningkatkan suasana hati, serta berperan sebagai pengantar pesan ‘kebahagiaan’ ke seluruh tubuh.
Selain Itu dopamin erat kaitannya dengan perasaan ‘penghargaan’ dan ‘motivasi’. Otak akan memproduksi dopamin sebagai respon terhadap pengalaman yang menyenangkan dan berfungsi sebagai sinyal biologis yang memperkuat perilaku positif.
Dalam proses terciptanya dopamin, otak akan mengubah asam amino tirosin menjadi sebuah zat yang disebut dopa. Kemudian zat tersebut akan diubah menjadi hormon dopamin.
Dopamin bekerja dalam kebahagiaan sebagai jalur kebahagiaan atau sering disebut jalur mesolimbik. Mekanisme ini terjadi ketika kita mendapatkan sebuah penghargaan mengkonsumsi hidangan lezat, dan menerima pujian. Maka otak akan melepaskan hormon dopamin dan hal ini memungkinkan kita akan mengulanginya di masa akan datang.
Dengan dopamin manusia dapat memiliki motivasi untuk mendapatkan tujuan atau menyelesaikan suatu tugas dan memicu untuk mendapatkan aspirasi hidup. Harapan besar terhadap tujuan-tujuan yang ingin dicapai dapat memicu pelepasan dopamin yang memberikan kepuasan dan motivasi.
Sederhananya dopamin merupakan bagian positif di dalam tubuh manusia karena sifatnya yang mengantarkan kesenangan, lonjakan energi positif seperti motivasi, dan penghargaan. Ada beberapa aktivitas yang dapat memicu pelepasan dopamin, sebagai berikut:
1. Kopi
Kopi dapat membantu kita untuk memperoleh tambahan dopamin, karena di dalam kopi terdapat kafein yang mampu merangsang pelepasan dopamin. Kafein bekerja dengan cara menekan adenosin (neurotransmitter lain yang meningkatkan relasi). Meski hanya memberikan efek semetara, tapi pelepasan dopamin ini dapat meningkatkan suasana hati dan kewaspadaan. Itulah sebabnya seseorang akan lebih berenergi dan termotivasi setelah meminum kopi.
2. Penghargaan dan Pengakuan
Dopamin bekerja melalui penghargaan atau pengakuan yang seseorang terima. Perasaan setelah memperoleh penghargaan atau diakui dapat mendorong pelepasan dopamin, membuat kita merasa bahagia dan bangga. Hal ini menjadi sumber dopamin yang kuat.
3. Olahraga
Aktivitas kebugaran, yaitu olahraga dapat meningkatkan respon dopamin di otak, sehingga otak lebih sensitif terhadap hormon ini. Itulah sebabnya banyak apabila mengalami masalah kesehatan mental, akan dianjurkan untuk melakukan olahraga teratur, karena terbukti mental sehat berasal dari tubuh yang sehat.
Dopamin adalah cara otak untuk memberikan kebahagiaan kepada kita dan aktivitas di atas dapat membantu kita meningkatkan pelepasan dopamin, selain itu cara paling muda dan sangat akrab dengan kita saat ini, yaitu berselancar di medsos dapat memicu pelepasan dopamin. Hal ini dikarenakan media sosial (medsos) mampu memunculkan visual atau tayangan yang kita sukai, ketika kita hal ini terus terjadi maka dapat memicu pelepasan dopamin dan membuat kita cenderung betah berlama-lama bermain medsos.
Sayangnya tidak jarang orang berselancar di medsos tanpa mengenal waktu yang akhirnya menunda pekerjaan, bahkan dapat melahirkan kebiasaan buruk lainnya.
Efek kesenangan ‘dopamin’ melalui medsos membuat kita menjadi mudah menunda waktu hingga akhirnya malas-malasan dan cenderung mudah terdistraksi. Akhirnya efek dopamin ini menyebabkan seseorang cenderung effortless atau tidak mudah termotivasi dan enggan mengerjakan sesuatu yang mengharuskan proses panjang. Misalnya mendengarkan informasi dalam video 3 menit akan dihindari dan memilih scroll TikTok berjam-jam karena videonya yang singkat.
Alangkah baiknya kita memicu dopamin di dalam tubuh dengan cara yang positif seperti berolahraga dan membatasi penggunaan media sosial.
(Marina Juliana; berbagai sumber)