RADAR MALIOBORO - Bunga hortensia atau hydrangea memiliki banyak kuntum bunga. Kuntum-kuntum bunga tersebut melingkar sehingga berbentuk bulat seperti bola. Nama Hydrangea sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu Hydor berarti air dan angos yang memiliki arti kapal atau jar sehingga dapat diartikan “tempat air” didukung bentuk kuncupnya yang menyerupai cangkir serta diperlukannya banyak air untuk merawat bunga ini.
Batang pohon bunga ini bisa tumbuh antara satu sampai tiga meter. Diameter bunga hortensia rata-rata di sekitaran 20 cm sehingga terlihat mejemuk. Bunga ini memiliki daun tunggal dengan bentuk bulat seperti telur dan bergerigi, serta cukup runcing dari pangkal ke ujung. Pemukaan daun biasanya berwarna hijau tua dan hijau kekuningan pada bagian bawah.
Warna bunga hortensia dapat berubah tergantung tingkat pH tanah. Menguntip dari American Scientist, perubahan warna pada bunga hortensia pun juga bergantung pada ketersediaan ion aluminium dalam tanah.
Tidak seperti tumbuhan lainnya yang berubah warna karena memiliki banyak pigmen, bunga hias ini hanya mengandung satu pigmen, yaitu delphinidin-3-glucoside. Semakin asam media tanahnya akan semakin kemerahan, sedangkan jika media tanah semakin basa akan semakin kebiru-biruan, kecuali bunga hortensia yang berwarna putih. Oleh karena itu, bila menginginkan suatu warna, dapat menambah tingkat asam pH tanah dengan menambah bubuk kopi, kulit jeruk, ataupun kerak telur.
Bunga ini juga menjadi bunga identik negara Jepang selain bunga sakura. Hal ini berhubungan dengan kisah legenda di mana bunga hortensia diberikan kaisar Jepang kepada wanita yang dicintainya karena melalaikan sang wanita karena permasalahan negara.
Berdasarkan legenda tersebut bunga ini memiliki makna sebagai permintaan maaf dan penyesalan. Buket bunga ini juga melambangkan rasa syukur dan perasaan tulus. Beberapa juga percaya bunga ini juga sebagai simbol keangkuhan karena penampakan bunga yang terlihat dominan dan mewah tapi memiliki biji yang sedikit.
Di balik keunikan dan keindahannya, bunga ini ternyata juga beracun. Hal ini disebabkan senyawa yang bernama glikosida sianogen yang mengandung gugus sianida (CN) . Apabila memakan dan terlelan bunga ini akan menghasilkan senyawa hydrogen sianida. Senyawa ini dapat menimbulkan gejala sesak napas, pusing. mual, muntah. kejang-kejang, hingga kematian.
Meskipun bunga hortensia beracun, akar dari bunga ini memiliki khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan. Akar bunga mengandung senyawa kumarin dan skimming yang dapat menghambat produksi nitric oxide, interleukin untuk anti-radang dan dapat menghambat kadar tumor necrosis factor alpha.
Tidak hanya itu, manfaat lain akar bunga hortensia adalah menjaga darah agar tetap ada kadar insulin dan mengandung antioksidan. Ekstra akar bunga hortensia juga dapat menurunkan peradangan pada ginjal, mencegah kematian sel, menjaga hati tetap sehat dan mencegah reproduksi sel kanker kemih agar tidak semakin menyebar.
(Anastasia Srinovanda Cahyaningrum; berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin