RADAR MALIOBORO - Tidak dapat dipungkiri sering terjadi kasus tersambar petir di lapangan terbuka, apalagi bagi yang sedang bermain bola.
Ditemukan sebuah kasus yang diupload oleh warganet ke media sosial, memperlihatkan seorang anak ditimbun ke tanah setelah tersambar petir. Masyarakat percaya bahwa tindakan ini dapat mengurangi efek buruk yang akan terjadi akibat tersambar petir.
Lantas apakah hal ini memang benar dilakukan?
Perlu dipahami bahwa ketika tersambar petir tubuh akan melalui fase tegangan listrik selama 3 milidetik. Meski waktu yang sangat singkat, tapi mampu menimbulkan luka bakar yang merusak jaringan bawah kulit dan bahkan gosong, hingga menyebabkan kematian.
Terdapat beberapa jalur petir dapat menyambar tubuh, seperti serangan langsung, lampu kilat samping, arus tanah, konduksi, dan pita atau streamer. Semua jalur petir ini dapat menyebabkan luka fatal.
1. Serangan Langsung
Jalur sambaran langsung ini sering terjadi apabila korban berada di tempat terbuka, seperti lapangan sepak bola. Jalur ini berarti korban menjadi saluran pelepasan petir utama. Ada juga serangan atau sambaran langsung ini terjadi dari satu orang ke orang berikutnya, tapi ini tidak umum terjadi.
2. Kilatan Samping
Kilatan samping juga disebut sebagai percikan samping atau sambaran petir terjadi seperti hubungan arus pendek. Jalur ini bergerak dari satu benda yang berpotensi menjadi arus dan melompat ke korban, karena berada di jarak satu atau dua kaki. Misalnya yang paling sering terjadi adalah korban yang berlindung di bawah pohon saat hujan.
3. Arus Tanah
Sambaran petir ini terjadi ketika petir menyambar pohon atau benda lain yang sebagian besar energi mengalir keluar dari sambaran petir di dalam tanah dan di sepanjang permukaan tanah. Siapapun yang berada diluar dekat arus tanah berpotensi terkena sambaran petir. Arus tanah menjadi penyebab kematian dan cedera sambaran petir paling banyak.
4. Konduksi
Logam dapat menyediakan jalur petir. Logam terbuat dari besi dengan sifat konduktor yang baik sehingga dapat menjadi jalur listrik dan petir. Perabotan rumah tangga banyak yang terbuat dari logam, sehingga memungkinkan untuk terjadinya sambaran petir di dalam ruangan.
5. Pita (streamer)
Streamer terbentuk saat leader yang bergerak ke bawah mendekati tanah. Biasanya, hanya satu streamer yang bersentuhan dengan leader saat mendekati tanah dan menyediakan jalur sambaran balik sehingga menghasilkan kilatan terang. Streamer disini berarti jalur konduksi ya bermuatan aliran positif untuk menjadi jalur sambaran balik ke atas. Jika selama proses pelepasan streamer ini seseorang merupakan bagian dari salah satu streamer, maka mereka dapat terbunuh atau terluka selama pelepasan terjadi.
Sebagian besar jalur sambaran petir melewati tanah, karena tanah memiliki kemampuan alami, yaitu sebagai konduksi listrik. Apabila terdapat muatan listrik berlebih, seperti sambaran petir, tanah dapat menyediakan jalur konduktor yang efektif untuk mengalirkan muatan listrik ke arah yang aman. Hal ini dapat terjadi karena tanah terdiri dari partikel-partikel kecil, seperti butiran pasir dan tanah liat.
Baca Juga: Bunga Hortensia, di Balik Keindahannya, Bunga yang Bisa Berubah Warna dan Beracun
Untuk menjadi konduksi listrik, tanah yang lembab lebih baik daripada tanah yang kering, karena tanah yang lembab lebih mudah menyeimbangkan muatan listrik.
Dalam kasus anak yang ditimbun di dalam tanah setelah tersambar petir, cukup efektif untuk dilakukan. Namun, tetap harus segera ditangani oleh tenaga medis, karena pihak profesional dapat menangani bagian tubuh yang mengalami cedera dengan lebih efisien.
(Marina Juliana, Berbagai Sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin