RADAR MALIOBORO - Faktor penyebab tunanetra dibagi menjadi 2, yaitu pre-natal (dalam kandungan) dan post-Natal (setelah dilahirkan).
Penduduk indonesia yang menyandang tunanetra terbilang tidak sedikit.
Meski termasuk minoritas, tapi alangkah baiknya kita memahami tentang kondisi ini.
Tunanetra merupakan kondisi fisik berupa gangguan atau hambatan indra penglihatan.
Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis berdasarkan gangguannya, yaitu kebutaan total dan kebutaan sebagian.
Berdasarkan faktor penyebab Tunanetra, pre-natal (dalam kandungan) sebab tunanetra erat kaitannya dengan riwayat kesehatan ibu dan kesehatan kehamilan.
1. Keturunan
Tunanetra dapat disebabkan karena faktor keturunan.
Pernikahan sesama tunanetra dapat melahirkan anak tunanetra atau salah satu dari pasangan yang merupakan seorang tunanetra, mungkin untuk melahirkan anak tunanetra.
Selain itu faktor kesehatan ibu hamil dapat menyebabkan tunanetra, Retinitis Pigmentosa dan katarak adalah salah-satu penyakit pada retina yang umumnya merupakan keturunan.
Penyakit ini dapat diturunkan kepada anak di dalam kandungan.
2. Pertumbuhan Anak di Dalam Kandungan
Gangguan pada masa kehamilan dapat menjadi salah satu faktor tunanetra pada anak.
Misalnya adanya penyakit tahunan seperti TBC sehingga merusak sel-sel darah tertentu selama pertumbuhan janin dalam kandungan, infeksi atau luka, dan kekurangan vitamin.
Faktor tunanetra post-natal, sebagai berikut:
1. Kerusakan pada mata atau saraf pada waktu persalinan. Misalnya terjadi benturan pada anak.
2. Ibu mengalami penyakit gonorrhe sehingga menular pada bayi yang pada akhirnya mengganggu penglihatan.
3. Mengalami penyakit mata, seperti xerophthalmia, Trachoma, Cataract, dan sebagainya.
4. Terjadinya kerusakan mata akibat kecelakaan, misalnya terkena benda tajam atau keras, cairan kimia yang berbahaya, kecelakaan akibat berkendara, dan lain-lain.
Adapun tunanetra tidak hanya memiliki karakteristik yang berbeda, tapi terdapat karakteristik perilaku dan psikis yang perlu kita ketahui, di antaranya:
1. Anak tunanetra memiliki keadaan fisik yang nampak dari indra penglihatan yang berbeda, seperti kelopak mata merah, gerakan mata tidak beraturan, dan mata selalu berair.
2. Karakteristik perilaku biasanya ditandai dengan adanya mata gatal, panas, pusing, dan penglihatan ganda.
3. Keadaan psikis anak tunanetra cenderung dipengaruhi oleh lingkungan. Misalnya keluarga tempat mereka berasal belum siap menerima keadaan anaknya.
Hal ini dapat menyebabkan lahirnya kepribadian mudah tersinggung, gampang curiga, dan ketergantungan berlebih.
Meskipun kondisi ini terbilang minoritas di Indonesia, namun secara umum mereka tidak ingin diperlakukan demikian dan tentunya hal ini tidak bisa kita terapkan.
Sebaiknya menganggap mereka selayaknya teman-teman kita lainnya.
Namun dengan memahami kondisi ini kita dapat mengetahui latar belakang yang menjadi penyebab dan memahami keadaan mereka.
(Marina Juliana, berbagai Sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin