Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dimensi dan Bentuk dari Tanggung Jawab, Memiliki Dua Makna Berbeda Berdasarkan Kajian Filsafat

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 23 November 2024 | 12:36 WIB
(Ilustrasi mengerjakan tugas, Canva)
(Ilustrasi mengerjakan tugas, Canva)

RADAR MALIOBORO - Setiap orang mengemban tanggung jawab dalam berkehidupan yang dijalankan dengan skala berbeda.

Tentunya semua orang memiliki tanggung jawab yang tidak sama, tapi telah diukur berdasarkan porsi masing-masing.

Secara harafiah tanggung jawab dapat diartikan sebagai kewajiban menanggung segala sesuatu secara sendiri, termasuk risiko dan menjalankan fungsi untuk mencapai sesuatu.

Melalui perjalanan sejarah dapat diketahui bahwa kata “tanggung jawab” memiliki 2 makna berbeda berdasarkan kajian filsafat.

Pertama, kata ‘tanggung jawab’ digunakan untuk kebutuhan politik yang aktif dipakai dalam debat politik pada abad ke-18.

Kedua, pada abad ke-20 tanggung jawab diartikan sebagai tindakan dan karakter, artinya tanggung jawab terdapat dalam individu seseorang.

Secara umum, tanggung jawab merupakan sebuah kebijakan seseorang terhadap sesuatu demi menjalankan fungsi untuk mencapai tujuan.

Tanggung jawab yang sering diajarkan adalah tanggung jawab kepada tuhan, diri sendiri, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara.

Tanggung jawab juga dapat dilihat berdasarkan empat dimensi keterhubungan sosial yang lahir melalui pertanyaan apa yang dimaksud dengan tanggung jawab? dan apa bentuk tanggung jawab?

1. Agensi Moral

Kita adalah agen moral, lebih tepatnya manusia dewasa yang normal.

Tanggung jawab erat kaitannya dengan fungsi moral dalam diri seseorang.

Baca Juga: Bingung Mau Makan Apa Saat Musim Hujan, Berikut ini Resep Simpel Sop Konro Khas Makassar yang Cocok di Konsumsumsi saat Musim Hujan

Penting untuk menyadari bahwa akal budi memiliki peran penting dalam memainkan moral.

Melakukan tindakan tidak bermoral disebabkan oleh kegagalan rasionalitas.

Misalnya mengutamakan mengejar kepentingan pribadi dengan mengorbankan banyak orang.

Adapun moral dipengaruhi oleh respons perasaan dan emosi, seperti simpati.

Sehingga kita dapat memberikan alasan atas sebuah tindakan.

2. Tanggung jawab retrospektif

Tanggung jawab retrospektif biasanya melibatkan penilaian moral, seperti hukuman dari orang yang bertanggung jawab.

Secara umum penghakiman ini menggambarkan seseorang sebagai orang yang bertanggung jawab atas konsekuensi, seperti merasa menyesal atau bangga, disalahkan atau dipuji, menebus kesalahan atau menerima terimakasih, dan sebagainya.

Retrospektif dapat diartikan sebagai situasi merenungkan situasi atau kejadian di masa lalu.

3. Tanggung jawab prospektif

Tanggung jawab dapat diartikan sebagai tugas. Setiap orang memiliki tugas yang perlu mereka laksanakan supaya dapat mencapai tujuan.

Misalnya untuk menjelaskan bahwa seseorang memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan PR, maka dapat dijelaskan bahwa mereka memiliki tugas untuk menyelesaikan PR.

Tanggung jawab prospektif dapat diartikan sebagai tanggung jawab yang telah diemban oleh seseorang yang telah dipertimbangkan berdasarkan kemampuan mereka

Baca Juga: Drama Korea Populer ‘True Beauty’ Akan Diadaptasi ke Versi Jepang: Dibintangi Kiko Kimura, Menghadirkan Kisah Cinta dan Percaya Diri yang Memikat!

Berdasarkan bentuknya tanggung jawab, dapat dibedakan menjadi tanggung jawab moral dan tanggung jawab hukum, tanggung jawab terhadap dirinya, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara.

(Marina Juliana; berbagai sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tanggung jawab #Filsafat #Bentuk Tanggung Jawab