RADAR MALIOBORO - Overthinking adalah kecenderungan untuk memikirkan sesuatu secara berlebihan dan berulang-ulang, termasuk mencari kepastian terhadap masa depan padahal sebenarnya mustahil.
Adapun overthinking termasuk memikirkan sesuatu yang sudah terjadi.
Berpikir berlebihan secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu aktivitas.
Overthinking salah satu gangguan berpikir yang dapat menyebabkan penyakit mental seperti stress hingga depresi.
Terdapat beberapa gejala pengidap overthinking yang dapat kita kenali.
Pada umumnya seseorang yang mengalami overthinking akan kesulitan menghentikan pikiran karena terus melakukan analisis, memiliki kecemasan yang tinggi, dan kesulitan mengambil keputusan.
Masalah ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Kesulitan menghentikan pikiran terjadi kesulitan mengalihkan pikiran dari sesuatu yang sebenarnya sudah dan belum saatnya terjadi.
Kondisi ini dapat membuat seseorang sulit untuk fokus.
2. Melakukan analisa berlebihan merupakan tanda seseorang mengalami overthinking.
Mereka menganalisis secara detail segala kemungkinan yang mungkin terjadi di masa depan, dan konsekuensi terhadap situasi atau keputusan.
Hal ini akan menjurus pada membesarkan risiko dan fokus pada kemungkinan terburuk.
Baca Juga: Makan Malam Enak Tanpa Bikin Gemuk? Begini Caranya, Salah Satunya dengan Mengatur Porsi dengan Tepat
3. Memiliki kecemasan yang tinggi terjadi karena mereka merasa cemas, khawatir, dan gelisah terhadap masa depan, peristiwa tertentu, atau tindakan yang diambil.
Mereka cenderung memikirkan konsekuensi negatif sehingga menimbulkan kegelisahan.
4. Kesulitan mengambil keputusan. Seorang pemikir berlebihan memungkinkan mereka terjebak di dalam pikiran sendiri dan cenderung khawatir dengan ketidakpastian, sehingga takut membuat kesalahan, dan khawatir atas konsekuensi dari keputusan.
Overthinking dapat dipengaruhi oleh faktor yang berbeda-beda pada setiap orang.
Akan tetapi, umumnya overthinking disebabkan oleh takut mengecewakan orang lain atas keputusan yang hendak diambil, pengalaman traumatis, dan gangguan kecemasan.
Perlu tindakan serius untuk mengatasi Overthinking supaya tidak mengganggu kesehatan dan kehidupan sosial.
1. Melatih Diri Untuk Menerima
Overthinking dapat berasal dari pikiran yang fokus pada kesalahan masa lalu atau mengkhawatirkan sesuatu yang tidak dapat diubah.
Alih-alih membenci diri atas sesuatu yang telah terjadi, cobalah menerima dan berbelas kasih pada diri sendiri.
Menerima diri dapat dimulai dengan mempraktikkan rasa syukur dan mengetahui kelebihan diri, menumbuhkan support system, dan memaafkan diri sendiri atas hal yang disesali.
2. Alihkan Pikiran
Apabila sedang overthinking atas suatu permasalahan, maka jeda pikiran sebentar dari permasalahan tersebut dengan hal lain yang lebih positif.
Dengan demikian otak dapat menemukan solusi atas masalah tersebut.
Baca Juga: Nikmati Sensasi Manis dan Gurih, Resep Roti Kismis Kacang Hijau yang Lezat
3. Tantang Pikiran Negatif
Ingatkan diri kamu bahwa yang sedang dipikirkan hanya imajinasi atau skenario tanpa eksekusi.
Setiap yang kamu pikirkan tidaklah benar, akurat, atau bahkan realistis.
Alternatif lain yang dapat dilakukan adalah membuat skenario lain, seperti membayangkan akibat baik daripada hanya memikirkan akibat buruk.
4. Mencari Bantuan Profesional
Hal yang dapat dilakukan dengan mendengarkan arahan atau nasihat dari pihak profesional, karena mereka pastinya memiliki pemahaman yang cukup untuk memberi bantuan.
Misalnya melakukan terapi atau obat.
5. Praktikan Positive Coping Strategi
Lakukan kegiatan yang dapat memberi rasa rileks seperti meditasi, yoga, membaca, dan menulis.
6. Fokus pada Pencarian Solusi
Overthinking selalu memikirkan akibat buruk yang akan terjadi atau sebab yang melatarbelakangi terjadinya sesuatu daripada mencari solusi atas masalah yang terjadi.
Maka mulailah memikirkan solusi atas masalah yang terjadi supaya pikiran akan lebih terarah.
7. Hindari Penggunaan Media Sosial Secara Berlebihan
Media sosial mampu membangun kesenjangan realitas karena tanpa sadar media sosial sebenarnya memberikan tekanan kepada para penikmat konten.
Hal ini dikarenakan konten di media sosial cenderung telah difilter sebelum dipost yang mampu menunjukkan kesempurnaan dan akhirnya membuat seseorang membandingkan dirinya.
8. Terapkan Pola Hidup Sehat
Pikiran yang sehat dari fisik yang sehat. Perbaiki pola hidup mulai dari membenahi makanan dan minuman yang dikonsumsi, olahraga yang teratur, dan perbaiki jam tidur.
9. Melatih Keterampilan Interpersonal
Melatih keterampilan interpersonal dapat berupa meningkatkan kesadaran diri, meningkatkan rasa percaya diri, dan melatih pengendalian diri.
Semoga poin-poin ini dapat membantu dalam mengatasi masalah overthinking.
Pikiran yang sehat dimulai dari diri sendiri, maka lakukanlah langkah kecil dengan mulai menghargai diri sendiri.
Pahami batasan diri, kesanggupan atas tanggung jawab, dan hubungan.
(Marina Juliana; berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin