RADAR MALIOBORO – Inilah aksi Sunardi warga Kelurahan Demaan, Kabupaten Jepara yang viral di media sosial.
Setelah mendapat perlakuan tak mengenakkan, dari tetangganya inisial S, ia nekat membangun jembatan dengan merogoh kocek Rp 250 juta.
Hal itu dilakukan karena Sunardi tak punya pilihan.
Gang sempit satu-satunya akses keluar masuk rumah ditutup S.
Lantaran jalan itu merupakan tanah S.
Sunardi tak ingin berlarut-larut bergantung pada jalan yang diambil dari tanah tetangganya.
Sunardi mengaku menghabiskan biaya yang bersumber dari dana pribadi keluarganya.
Anak-anaknya yang kini sukses mengumpulkan uang dan membangunkan jembatan tersebut.
Jembatan yang dibangun keluarga Sunardi memiliki panjang 22 meter dan lebar 1,5 meter melintasi sungai.
Penyebab pembangunan jembatan ini tak lain juga dikarenakan hubungan keluarga Sunardi dan tetangganya kurang harmonis.
Menghadapi situasi sulit ini mereka memilih membangun jembatan melintasi sungai.
Kejadian ini mencuat sala satunya di unggah oleh akun @baperannewscom, menjelaskan terkait pembangunan jembatan.
Selama 27 tahunan keluarga Sunardi yang memiliki lima kepala keluarga memanfaatkan lahan tetangganya sebagai akses jalan.
Namun, sejak agustus 2024, tetangganya (SP), memutuskan untuk menutup akses jalan dikarenakan merasa tidak nyaman dan berniat membangun tembok.
Sebelum terjadinya pembangunan jembatan ini, SP memberikan waktu selama 2 tahun kepada keluarga Sunardi untuk menggunakan akses jalan tersebut.
Pembangunan jembatan dimulai pada23 Agustus 2024, dengan menggunakan konstruksi besi dan menggunakan kontraktor lokal.
Sunardi telah mengurus izin ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Saat ini pembangunan telah mencapai 90% dengan tersisah penyelesaian lantai dan pagar samping.
Biaya yang begitu besar yang ditanggu keluarga Sunardi, ternyata sebagian besar dari mereka memiliki finansial yang mapan.
“Mereka memiliki anggota keluarga yang sukses di berbagai bidang, seperti pengusaha bakso, pegawai di PLTU Jepara, hingga PNS,” ungkap Bripka Suyoko.
Masalah yang sempat naik di sosial media ini dan menjadi perhatian publik, kedua keluarga berharap tidak ada masalah berkepanjangan setelahnya.
Bripka Suyoko menegaskan bahwa kedua keluarga baik SP maupun Sunardi tidak ingin permasalahan ini berkembang menjadi lebih besar.
Karena kedua bela pihak sepakat untuk tidak mempermasalahkan kasus ini. (Erni Ayu Utami)
Editor : Meitika Candra Lantiva