RADAR MALIOBORO - Hubungan Tanpa Status atau lebih dikenal dengan singkatan HTS adalah hubungan yang terjalin terkait asmara tanpa adanya kejelasan status. HTS juga dapat diartikan sebagai hubungan yang tidak mengikat kedua belah pihak sehingga kedua individu masih memiliki kebebasan dalam menjalani keseharian atau pergaulannya.
Hubungan ini pun tercipta karena salah satu pihak ataupun keduanya tidak menginginkan komitmen sehingga batas-batas hubungan semakin kabur. Hal ini juga membuat hubungan yang terjalin tidak memiliki arah yang jelas. Seringkali dalam menjalani hubungan tanpa status, berpotensi hilang tanpa kabar dari salah satu pihak atau bisa datang saat diperlukan saja.
Bahkan, ketika salah satu pihak berusaha untuk memperjelas status, pihak lain tidak bisa koorperatif atau memilih menghindar. Selain itu, karena hubungan yang dijalankan ini cenderung tidak ada keseriusan sehingga tidak pernah dikenalkan pada teman bahkan orang tua.
Namun, karena hubungan ini memberi kebebasan, terdapat keuntungan di mana kedua individu tidak akan terbebani oleh tekanan sosial atau ekspektasi. Orang-orang yang menjalani hubungan tanpa status ini tidak merasa mengalami kekangan dari orang sekitar karena dirasa tidak cocok satu sama lain atau membebaskan diri untuk lebih mengeksplor kehidupan masing-masing tanpa takut dicibir.
HTS ini cukup populer di kalangan anak muda kalangan Gen Z. Terlebih dengannya marak media sosial yang membebaskan interaksi dengan berbagai orang di dunia dengan kurun waktu yang begitu cepat. Dengan kata lain, media sosial membuat orang akan mudah mencari teman yang kemudian menjalin interaksi. Ketika dirasa telah cocok satu sama lain, bisa saja mereka akan menjalin hubungan yang mengarah pada asmara namun belum siap untuk lebih serius sehingga memilih menjalani terlebih dahulu.
Alasan mengapa banyak anak-anak mudah memilih menjalin hubungan tanpa status yang menjadi utama adalah tidak adanya peraturan bersifat mengikat yang muncul ketika sudah berpacaran baik itu interaksi dengan lawan jenis, cara berpakaian, memberi kabar, dan masih banyak lagi. Adapula keinginan mencari teman yang cocok untuk berkeluh kesah tanpa adanya status.
Alasan yang terberat hubungan tanpa status berjalan adalah commitment issue yang dimiliki salah saru atau keduanya. Commitment issue ini muncul bisa berbagai pernyebab. Salah satu penyebabnya adalah pengalaman traumatis seperti pernah mengalami perselingkuhan, pelecehan, pengkhiatan hingga membuatnya sulit mempercayai orang lain. Dengan menjalani hubungan tanpa status, orang yang memiliki trauma, ia tak akan mengalami rasa sakit yang sama atau kalaupun sakit, rasa sakitnya tidak terlalu dalam seperti sebelumnya.
Pola asuh orang tua pun juga penting, seperti kehidupan orang tersebut dikontrol orang tua sehingga merasa kebebasannya dikekang. Hubungan tanpa status yang terjalin dengannya, membuat perjalanan hidup baik pribadi atau pasangan lebih bebas tanpa dikekang. Berhubungan juga dengan pengalaman traumatis, di mana pengalaman sering menyaksikan orang tua bertengkar atau bercerai membuat seseorang tidak percaya pada hubungan cinta yang mengikat serta serius, dengan memilih hubungan tanpa status, seseorang tidak mengkhawatir dirinya akan seperti orang tuanya.
Hubungan Tanpa Status memang menawarkan kebebasan, namun terdapat risiko. Kebebasan yang ditawarkan justru lama-kelamaan membuat seseorang semakin bingung, terutama ketika perasaan semakin berkembang. Ketika seseorang melihat orang yang menjalin HTS dengannya dekat dengan orang lain bahkan bisa dikatakan intens, karena tidak ada klaim sebagai pasangan atau kejelasan hubungan kabur, tidak memiliki hak secara penuh untuk marah, menuntut penjelasan, atau menuduh selingkuh.
Belum lagi, perasaan semakin tumbuh karena diperlakukan seperti kekasih namun kenyataannya tidak diakui demikian hanya menimbulkan rasa sakit yang mendalam karena terus dipendam. Jika perasaan seperti itu terus-menerus berdatangan dapat menimbulkan stres dan mempengaruhi kesehatan mental.
Baca Juga: Kenapa Zombi Tidak Saling Memakan? Ini Dia Serangkaian Fakta yang Ada Dalam Film Zombie
Oleh karena itu, dalam memulai hubungan apapun itu, komunikasi memang penting. Komunikasi secara terbuka tentang perasaan, permasalahan, dan harapan. Tidak harus langsung semuanya disampaikan, bisa perlahan-lahan agar satu per satu solusi ditemukan agar tidak hanya menguntungkan salah satu pihak dan tujuan hubungan jauh lebih terarah.
(Anastasia Srinovanda Cahyaningrum; berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin