Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kebiasaan Pengendara di Jogja Jarang Bunyikan Klakson Menjadi Sorotan Netizen

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 30 November 2024 | 20:26 WIB

 

Ilustrasi Kecelakaan Motor.  (AI/Freepik.com)
Ilustrasi Kecelakaan Motor. (AI/Freepik.com)

RADAR MALIOBORO - Insiden kecelakaan di perempatan Burjo Andeska, Seturan, Kamis (8/11/2024) pukul 20.15 WIB. Kejadian ini ketika sebuah motor hendak berbelok ke gang kanan, ditabrak pengendara lain dari lawan arah dengan kecepatan tinggi.

Dalam insiden ini identitas korban belum diketahui, akan tetapi postingan ini memicu perbincangan di media sosial.

Akun X (Twitter) @Merapi_uncover membagikan kejadian ini pada pukul 21.27 WIB.

Unggahan tersebut mendapatkan komentar panas tentang perbedaan gaya berkendara di Yogyakarta dan Jakarta.

Beberapa netizen menyoroti kebiasaan pengendara jogja yang jarang membunyikan klakson sebagai tanda peringatan.

Banyak dari mereka yang berasal dari luar Jogja trauma akan berkendara di kota Jogja, khususnya pada pengguna sepeda motor.

Pengguna sepeda motor di Jogja dianggap membahayakan pengendara lain.

Menyoroti sebuah komentar dari @imamgagas menyebutkan "pengendara di Jogja kurang hati-hati, tapi jarang klakson".

Sementara itu, @kerdusmabur "pengendara di Jogja menggunakan telepati untuk saling menginggatkan".

Keluhan serupa juga muncul dari @JokiSosro yang merasakan kebiasaan gaya berkendara di jogja, ketika di klakson suasana menjadi naik pitam.

Dalam komentar-komentar tersebut menyatakan bahwa membunyikan klakson di Jogja sering dianggap tidak sopan.

Berbeda dengan kota besar seperti Jakarta, di mana klakson menjadi alat komunikasi utama di jalan.

Akan tetapi, dari kecelakaan tersebur menjadi pengingat pentingnya memprioritaskan keselamatan dengan meningkatkan kewaspadaan dan komunikasi antar pengendara.*****

(Windu, Berbagai sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#yogyakarta #klakson #pengendara #motor #jogja #netizen