Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Narasi Perempuan dalam Lini Kehidupan Melalui Pameran Temporer Bertajuk “Parama Iswari”

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 18 Desember 2024 | 19:30 WIB
(instalasi seni dan poster pameran, Keraton Jogja dan Dinas Pariwisata DIY)
(instalasi seni dan poster pameran, Keraton Jogja dan Dinas Pariwisata DIY)

RADAR MALIOBORO - Perjalanan sejarah menunjukan keberadaan perempuan dianggap sebagai makhluk sampingan, tidak mendapatkan peran penting di masyarakat, kehilangan hak sebagai makhluk sosial, dan zaman dulu misoginis merajalela. Bukan di Indonesia saja, tapi perjalanan sejarah ini dialami oleh perempuan di seluruh dunia.

Pergerakan perempuan di Indonesia yang paling terkenal adalah melalui tulisan berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” karya R.A. Kartini. Tulisan tersebut merupakan buku yang berisi pikiran-pikiran R.A. Kartini untuk memperjuangkan hak-hak perempuan di Indonesia, yang pada saat itu perempuan-perempuan dibatasi dalam ilmu, sosial, politik, ekonomi, dan lini kehidupan lainnya.

Hindu-Budha mendefinisikan perempuan sebagai sakti, atau kuat aktif yang diwujudkan sebagai pendamping dewa atau istri, dan perempuan disebut sebagai pelita rumah tangga. Definisi ini direpresentasikan oleh tokoh perempuan dalam budaya Jawa, yaitu Srikandi yang kemudian terus menjadi identitas ideal perempuan.

Pameran temporer bertajuk “Prama Iswari” yang diambil dari istilah bahasa jawa “parameswari” yang berarti “lebih dari perempuan utama”. Parameswari juga merupakan gelar yang disematkan kepada perempuan utama dalam tatanan kerajaan Jawa. Pameran ini memberikan sudut pandang baru terhadap perjalanan perempuan dalam sejarah lokal melalui karya-karya dari masa Sri Sultan Hamengkubuwono I hingga saat ini.

Pameran “Prama Iswari” adalah upaya untuk menggali kembali peran perempuan. Di dalamnya menghadirkan gambaran kehidupan perempuan di Keraton dengan menyajikan busana, perhiasan, manuskrip, dan arsip keuangan.

Pameran ini berlangsung hingga 26 Januari 2025, hadir untuk mengisi waktu berlibur masyarakat Joga maupun turis asing atau internasional yang sedang berkunjung. Destinasi liburan berjenis pameran budaya yang memberikan pemahaman baru tentang sejarah, perjalanan perempuan dan menggali potensi serta motivasi perempuan untuk terus tumbuh dan berkembang di era sekarang.

Tidak hanya menawarkan narasi sejarah dan budaya melalui barang-barang yang dipamerkan, terdapat workshop dan kuliah umum sebagai pemantik diskusi peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, serta keberlangsungan suatu bangsa.

Pameran “Prama Iswari” dapat dinikmati dengan mengunjungi:
Lokasi: Kagungan Dalem Kedhaton, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Tanggal: 6 Oktober 2024 - 26 Januari 2025
Waktu: 08.30 - 14.30

(Marina Juliana; berbagai sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pariwisata #seni #Provinsi DIY #dinas #pameran